Jenny Johnson: Risiko Pusat Data dari Kecepatan Inovasi Teknologi

PACE18,82%
RENDER0,51%
LONG-9,29%

Chief Executive Officer Franklin Templeton, Jenny Johnson, mengatakan bahwa ia memantau sektor pusat data karena khawatir inovasi teknologi yang cepat dapat membuat asumsi jangka panjang tentang kebutuhan komputasi dan energi menjadi usang, menurut hasil wawancara dengan Bloomberg Television pada Kamis.

Risiko Teknologi dan Horizon Perencanaan

Johnson menyoroti tantangan membuat proyeksi 20 tahun berdasarkan teknologi saat ini. "Setiap kali Anda merencanakan 20 tahun berdasarkan teknologi hari ini, dengan kecepatan inovasi yang kami lihat terjadi, itu bisa berisiko," katanya.

Komputasi Fotonik sebagai Kekhawatiran yang Muncul

Johnson secara khusus menyebut komputasi fotonik sebagai teknologi yang layak dipantau. Komputasi fotonik menggunakan gelombang cahaya untuk pemrosesan data yang cepat dan membutuhkan jauh lebih sedikit energi dibandingkan pendekatan komputasi konvensional, menurut komentarnya. Ia mengindikasikan bahwa peningkatan efisiensi dan berkurangnya kebutuhan energi dari teknologi semacam itu dapat menggeser asumsi dasar yang mendasari tesis investasi pusat data.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar