Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Figur bersejarah yang menarik, yang perlu dipahami dalam konteks kebijakan Timur Tengah. Saddam adalah presiden Irak selama 24 tahun, dari 1979 hingga 2003, dan masa pemerintahannya meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah kawasan.
Periode kekuasaannya ditandai oleh konflik serius. Pertama, terjadi perang Iran-Irak dari 1980 hingga 1988, yang menewaskan ratusan ribu nyawa dan menguras ekonomi negara. Kemudian pada tahun 1991, pecah Perang Teluk Persia, ketika koalisi internasional campur tangan dalam konflik tersebut.
Sebagai presiden Irak, Saddam mendukung rezim otoriter, memimpin Partai Ba'ath. Pemerintahannya dikenal dengan metode pengelolaan yang keras dan penindasan oposisi. Hal ini menyebabkan rezimnya menghadapi isolasi internasional yang semakin meningkat.
Momen penting terjadi pada tahun 2003, ketika AS menyerang Irak dengan dalih mencari senjata pemusnah massal. Saddam digulingkan dari kekuasaan dan kemudian ditangkap. Setelah proses pengadilan, di mana ia dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, mantan presiden Irak dihukum mati pada tahun 2006.
Kisah ini menunjukkan bagaimana pemimpin otoriter dapat membawa negara ke kehancuran dan bagaimana politik internasional dapat secara radikal mengubah nasib bahkan tokoh yang paling berpengaruh. Nasib Saddam tetap menjadi pelajaran tentang konsekuensi kediktatoran dan perang.