Belakangan ini banyak teman bertanya tentang futures saham AS, saya menyadari banyak orang sebenarnya masih agak asing dengan bidang ini. Saya akan merangkum pemahaman saya dan berbagi dengan semua.



Pertama-tama harus memahami apa itu futures saham AS. Singkatnya, kontrak futures adalah sebuah perjanjian, di mana kedua belah pihak sepakat untuk melakukan transaksi suatu aset di masa depan pada harga yang sudah disepakati sebelumnya. Ambil contoh minyak, kamu mungkin membeli futures minyak yang pengirimannya tiga bulan lagi dengan harga 80 dolar, artinya kamu berjanji untuk membeli sejumlah minyak tersebut di harga ini saat jatuh tempo. Jika harga minyak naik menjadi 90 dolar, kontrakmu menjadi lebih berharga.

Futures saham AS sedikit berbeda, karena yang dipatok adalah indeks saham bukan barang fisik. Indeks sendiri hanyalah angka yang mewakili sekumpulan saham. Misalnya membeli futures Nasdaq 100, sebenarnya sedang memperdagangkan portofolio yang berisi saham teknologi. Jika indeks berada di 12.800 poin, nilai nominal mini futures Nasdaq (kode MNQ) adalah 12.800 dikali 2 dolar, yaitu 25.600 dolar.

Lalu bagaimana saat jatuh tempo? Futures saham AS menggunakan metode penyelesaian tunai, tidak perlu pengiriman 500 atau 100 saham secara fisik, melainkan menghitung keuntungan dan kerugian berdasarkan perubahan harga. Desain ini cukup cerdas, karena pengiriman sebanyak itu akan sangat rumit.

Sekarang mari bahas beberapa jenis futures saham AS dengan volume perdagangan terbesar. Utamanya adalah S&P 500, Nasdaq 100, Russell 2000, dan Dow Jones Industrial Average. Setiap indeks memiliki dua jenis kontrak: kontrak mini (E-mini) dan kontrak mikro (Micro E-mini), margin untuk mikro adalah sepersepuluh dari mini. Kode futures S&P 500 adalah ES dan MES, Nasdaq adalah NQ dan MNQ, Russell 2000 adalah RTY dan M2K, Dow Jones adalah YM dan MYM. Semua diperdagangkan di CME.

Untuk trading futures saham AS, perlu menyetor margin awal terlebih dahulu. Kontrak ES membutuhkan sekitar 12.320 dolar, sedangkan MES hanya 1.232 dolar. Jika kamu profit, bisa menariknya, jika rugi, akan dipotong dari saldo akun. Jika saldo turun di bawah margin pemeliharaan, kamu harus menambah dana, jika tidak, broker akan melakukan forced liquidation.

Jam perdagangan futures saham AS cukup panjang, hampir buka sepanjang hari. Dimulai dari hari Minggu pukul 6 sore waktu New York sampai Jumat pukul 5 sore, dengan jeda satu jam dari pukul 5 sampai 6 sore dari Senin sampai Kamis. Semua kontrak bersifat kuartalan, jatuh tempo pada hari Jumat ketiga bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Pada hari jatuh tempo pukul 9:30 pagi waktu New York, harga penutupan akhir ditentukan berdasarkan harga pembukaan NYSE.

Memilih kontrak yang tepat harus mempertimbangkan beberapa faktor. Pertama, lihat pasar apa yang kamu yakini, apakah pasar secara umum, saham teknologi, atau saham kecil. Kedua, pilih ukuran kontrak yang sesuai, jangan membeli kontrak terlalu besar sehingga tekanan margin menjadi berat. Ketiga, perhatikan volatilitas; Nasdaq 100 lebih volatil daripada S&P 500, mungkin perlu posisi yang lebih kecil.

Futures saham AS memiliki tiga fungsi utama. Pertama, lindung nilai (hedging), digunakan untuk melindungi portofolio yang sudah ada. Misalnya kamu memegang banyak saham AS dan khawatir pasar turun, bisa melakukan short futures untuk mengimbangi kerugian. Kedua, spekulasi, yaitu murni ingin mendapatkan keuntungan dari naik turunnya indeks. Ketiga, mengunci harga beli di masa depan, misalnya kamu akan punya dana dalam tiga bulan, sekarang bisa membeli futures untuk mengunci harga hari ini.

Perhitungan keuntungan dan kerugian sangat sederhana, yaitu perubahan harga dikali faktor pengganda. Misalnya, futures ES dibeli di 4000 poin dan dijual di 4050 poin, naik 50 poin, dikali 50 dolar per poin, hasilnya 2.500 dolar keuntungan.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Jika kontrak mendekati jatuh tempo tapi kamu ingin mempertahankan posisi, harus menutup kontrak lama dan membuka kontrak baru yang lebih jauh jatuh temponya, ini disebut rollover. Faktor yang mempengaruhi harga futures adalah faktor yang juga mempengaruhi saham, seperti laba perusahaan, pertumbuhan ekonomi, kebijakan moneter, geopolitik, dan lain-lain. Leverage cukup tinggi, misalnya S&P 500 futures sekitar 16 kali, artinya jika indeks naik turun 1%, akun bisa naik turun 16%. Manajemen risiko sangat penting, harus pasang stop loss, karena secara teori short bisa mengalami kerugian tak terbatas.

Ada yang merasa margin futures saham AS terlalu tinggi, sebenarnya ada alternatif lain. CFD (Contract for Difference) adalah salah satunya, investasi minimal lebih rendah, leverage bisa lebih tinggi, dan tidak ada tanggal jatuh tempo, bisa ditutup kapan saja. Tapi CFD adalah trading OTC, sedangkan futures saham diperdagangkan di bursa, ini perbedaan utama.

Secara keseluruhan, futures saham AS adalah alat berisiko tinggi dengan leverage besar, cocok untuk hedging dan spekulasi. Apapun tujuanmu, harus hati-hati memilih indeks, mengontrol posisi, dan melakukan manajemen risiko. Memahami perbedaan futures saham dan CFD akan membantumu memilih produk yang paling sesuai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar