Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
CFD
Derivatif Kontrak Selisih Saham
Saham AS
Akses saham AS dan ETF yang nyata
Saham HK
Perdagangkan saham berkualitas yang terdaftar di Hong Kong
Saham Korea
SK Hynix
Perdagangkan Saham Korea Nyata dan Berinvestasi pada Aset Populer
Saham Futures
Leverage tinggi, perdagangan 24/7
Tokenized Stocks
Didukung oleh aset saham nyata
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
GUSD
3.8%
Mint GUSD untuk Imbal Hasil Treasury RWA
Aktivitas Saham
Perdagangkan Saham Populer dan Dapatkan Airdrop yang Melimpah
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
#USRevokesIranOilWaiver
Gencatan Senjata AS-Iran di Ambang Kehancuran, Washington Cabut Izin Ekspor Minyak Setelah Tiga Tanker Diserang di Selat Hormuz
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak dalam empat puluh delapan jam terakhir. Departemen Keuangan AS lewat Kantor Pengawasan Aset Asing, atau OFAC, mencabut izin yang selama ini membolehkan penjualan minyak dan produk petrokimia Iran ke pasar global, berlaku efektif segera sejak Selasa tujuh Juli. Langkah ini datang hanya beberapa jam setelah tiga kapal tanker diserang di dalam maupun di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.
Yang membuat situasi ini semakin genting, Presiden Trump bahkan menyatakan hari ini di sela sela KTT NATO bahwa ia meyakini nota kesepahaman antara AS dan Iran sudah berakhir, sebuah pernyataan yang menandakan rapuhnya fondasi diplomatik yang dibangun kurang dari sebulan lalu.
Konteks yang Sering Terlewat, Perang yang Belum Benar Benar Usai
Penting dipahami bahwa ketegangan hari ini bukan berdiri sendiri. AS dan Iran sebenarnya masih berada dalam kondisi perang terbuka yang dimulai sejak dua puluh delapan Februari lalu. Nota kesepahaman yang kini terancam runtuh ditandatangani pada tujuh belas Juni di Islamabad, bukan di Swiss seperti yang sering disebut sebelumnya, dan dikenal sebagai Islamabad MOU. Kesepakatan ini membuka jendela negosiasi selama enam puluh hari, di mana Iran setuju menghentikan serangan dan membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal komersial, sementara AS memberikan keringanan sanksi terbatas termasuk izin penjualan minyak.
Situasi menjadi lebih rumit karena bertepatan dengan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang jenazahnya tengah disemayamkan di Teheran sebelum dimakamkan di Masyhad. Presiden Trump sempat memberikan masa jeda selama sepekan bagi Iran untuk melangsungkan upacara berkabung, namun periode itu justru dimanfaatkan pihak Iran untuk melanjutkan serangan terhadap kapal kapal di Hormuz, memicu eskalasi terbaru ini.
Detail Izin yang Dicabut
Izin yang dicabut hari ini, dikenal dengan sebutan General License X, sebelumnya diterbitkan pada dua puluh satu Juni dan seharusnya berlaku hingga dua puluh satu Agustus mendatang. Izin tersebut mengizinkan produksi, pengiriman, penjualan, serta pembayaran dalam dolar AS untuk minyak Iran, sumber pendapatan utama bagi Teheran. Kebijakan ini sempat menuai kritik tajam karena dipandang sebagai konsesi besar di tengah ketegangan nuklir dan regional yang belum reda, meski pihak AS berulang kali menegaskan bahwa kesepakatan ini bersifat sepenuhnya bergantung pada perilaku Iran.
Dengan pencabutan ini, seluruh transaksi minyak Iran yang sudah berjalan wajib diselesaikan paling lambat tujuh belas Juli, dipangkas jauh dari tenggat awal yang seharusnya masih tersisa lebih dari sebulan.
Kronologi Serangan yang Memicu Eskalasi
Antara Senin malam hingga Selasa, setidaknya tiga kapal komersial diserang saat melintasi Selat Hormuz. Otoritas maritim Inggris melaporkan sebuah tanker minyak asal Arab Saudi bernama Wedyan menjadi salah satu sasaran, sementara kapal tanker gas alam cair asal Qatar bernama Al Rekayyat dilaporkan sempat berisiko meledak akibat kebakaran di ruang mesinnya. Kapal ketiga dilaporkan terbakar di lepas pantai Oman. Arab Saudi mengecam keras insiden ini sebagai serangan terhadap keamanan navigasi internasional dan pasokan energi global.
Akar masalah sebenarnya berasal dari perselisihan soal jalur pelayaran. Iran bersikeras kapal kapal harus melintas lewat rute utara yang mereka kendalikan dan membayar biaya tertentu, sementara mayoritas kapal memilih rute selatan dekat pesisir Oman yang dijaga Angkatan Laut AS, mengingat rute tengah tradisional Hormuz sudah ditanami ranjau oleh Iran. Otoritas maritim internasional menaikkan status ancaman terhadap kapal yang melintasi selat ini menjadi kategori parah.
Respons Militer AS
Hanya berselang beberapa jam setelah pencabutan izin, Komando Pusat AS mengonfirmasi telah melancarkan serangan balasan terhadap lebih dari delapan puluh titik sasaran di wilayah Iran, mencakup sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali, radar pesisir, kemampuan rudal anti kapal, serta lebih dari enam puluh kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam. Militer AS juga dilaporkan menembak jatuh sejumlah drone tambahan yang diluncurkan Iran.
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menuduh AS telah berulang kali melanggar nota kesepahaman, dengan menyinggung keberadaan militer Israel yang masih bertahan di Lebanon sebagai salah satu pemicu kemarahan Teheran. Ia memperingatkan bahwa Iran akan mengambil langkah tegas untuk menjaga kepentingan dan keamanan nasionalnya.
Guncangan di Pasar Keuangan
Harga minyak melonjak tajam merespons rangkaian peristiwa ini. Minyak mentah Brent ditutup naik sekitar lima setengah persen ke level di atas tujuh puluh lima dolar AS per barel, bahkan sempat menyentuh tujuh puluh lima koma delapan puluh delapan dolar dalam perdagangan pasca penutupan. Minyak mentah AS jenis WTI turut menguat lebih dari lima persen ke kisaran tujuh puluh dua dolar AS per barel. Imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut terdongkak, dengan tenor dua puluh dan tiga puluh tahun menembus level lima persen, sementara imbal hasil tenor sepuluh tahun mencapai level tertinggi sejak awal Juni.
Di pasar saham, indeks Dow Jones ditutup melemah seratus tiga puluh koma tujuh puluh enam poin atau nol koma dua puluh lima persen ke level lima puluh dua ribu sembilan ratus dua puluh lima, sementara indeks S&P lima ratus turun nol koma empat puluh lima persen dan Nasdaq Composite anjlok satu koma enam belas persen, tertekan aksi jual besar besaran di saham saham semikonduktor. Memasuki perdagangan pra pembukaan hari ini, delapan Juli, kontrak berjangka ketiga indeks utama Wall Street kembali melemah, mengindikasikan tekanan jual berlanjut menyusul pernyataan terbaru Presiden Trump di KTT NATO.
Nasib Ekspor Minyak Iran
Sebelum izin ini dicabut, Iran sempat memanfaatkan celah waktu untuk memuat dan menjual sekitar enam puluh juta barel minyak. Meski sanksi kini kembali berlaku penuh, Teheran kemungkinan besar masih bisa menyalurkan minyaknya ke pembeli seperti China lewat skema diskon harga dan penyelesaian pembayaran non dolar, sebuah pola yang sudah lama menjadi strategi bertahan Iran di tengah tekanan sanksi internasional, meski dengan risiko dan biaya logistik yang jauh lebih tinggi.
Prospek ke Depan
Pembicaraan menuju kesepakatan final yang mencakup isu program nuklir dan keamanan permanen Selat Hormuz sejatinya masih berjalan, namun sejumlah laporan menyebut Iran menunda pembahasan menyeluruh hingga setidaknya delapan belas Juli, dan hanya bersedia melanjutkan pembicaraan pada level teknis untuk saat ini. Ditambah pernyataan Presiden Trump yang menyebut nota kesepahaman sudah berakhir, arah negosiasi ke depan menjadi semakin tidak pasti.
Selat Hormuz sendiri menangani sekitar dua puluh persen perdagangan minyak dunia, menjadikan setiap gangguan di titik ini berpotensi mengguncang stabilitas energi dan inflasi global secara luas. Dengan latar belakang perang yang sudah berjalan sejak akhir Februari, wafatnya pemimpin tertinggi Iran, serta rangkaian serangan dan balasan yang terus bergulir, situasi di Timur Tengah menjelang akhir tahun dua ribu dua puluh enam tampak semakin rawan meletus menjadi konflik yang lebih luas, jauh melampaui sekadar sengketa perdagangan minyak semata.