#BrentReturnsTo100 Brent Kembali Tembus Di Atas $100 Per Barel untuk Pertama Kalinya dalam Dua Bulan ✨



Minyak mentah Brent kembali ke level $100 per barel untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan. Pemicunya adalah serangan Houthi terhadap dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah, salah satunya terbakar.

🔹 Pemicu: Dua serangan tanker di Laut Merah, salah satunya terbakar
🔹 Titik-titik kemacetan kritis berisiko: Selat Hormuz hampir lumpuh, pipa Bab el Mandeb juga terancam
🔹 Ketegangan geopolitik: Pihak Trump memperingatkan bahwa infrastruktur Iran bisa dibom jika serangan berlanjut
🔹 Brent ditutup di $100,69, kira-kira naik 7%
🔹 WTI di $92,19, kira-kira naik 6,2%
🔹 Pengiriman fisik mendorong Brent di atas $105
🔹 Goldman Sachs memproyeksikan $120 jika gangguan Hormuz berlanjut sepanjang 2027

Dampak pasar meluas.

🔹 Kekhawatiran inflasi kembali muncul: imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke 4,7%
🔹 Nasdaq turun 2,3%
🔹 Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed minggu depan naik menjadi kira-kira 25%

Pembahasan berpusat pada tiga poin:

🔹 Apakah ini pantulan jangka pendek atau awal reli yang berkelanjutan?
🔹 Bisakah AS menurunkan harga dengan menjual lebih banyak minyak dari cadangan strategisnya?
🔹 Bagaimana minyak $120 akan memengaruhi langkah The Fed dan valuasi saham?

Singkatnya, dua titik kemacetan sisi pasokan dan premi risiko geopolitik mendukung pergerakan di atas $100. Pasar sedang memperhitungkan volatilitas tinggi dalam jangka pendek.

#SummerCreationCamp #夏日创作营
NFA ✔️ DYOR 🔎
GS-0,73%
NDAQ2,51%
Lihat Asli
post-image
post-image
User_any
Minyak Brent Kembali Naik Melewati $100 di Pasar ✨

Minyak Brent resmi kembali naik melewati level $100 per barel, meningkat sekitar 42% hanya dalam 20 hari.

🔹 Level saat ini sekitar $100,74, kenaikan intraday sekitar 7,1%
🔹 Kenaikan 20 hari sekitar 42%
🔹 WTI sekitar $91,40, kenaikan sekitar 5,3%
🔹 Pemicu: ketegangan AS-Iran dan perlambatan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz
🔹 Tekanan tambahan: serangan tanker terkait Houthi di Laut Merah dan meningkatnya risiko di pipa Bab el-Mandeb

Selat Hormuz menampung sekitar 20% dari arus minyak global dan dalam beberapa pekan terakhir efektif dibatasi. Pipa Laut Merah menampung sekitar 7% dari arus global, dan serangan terhadap pipa ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemacetan kedua.

Menurut analisis skenario Goldman Sachs, jika pembatasan di Hormuz berlanjut, minyak mentah Brent bisa turun ke kisaran $110-$120. Dalam skenario yang lebih optimistis, jika arus pulih, harga diperkirakan turun hingga sekitar $80 pada akhir musim panas.

Dari sisi pasar, stok minyak mendapat dukungan dari kenaikan, sementara indeks yang lebih luas tetap mendapat tekanan. Fitur berjangka S&P 500 turun sekitar 1,1%. Di Eropa, cadangan strategis diperkirakan akan digunakan lebih hemat kali ini, dan saham OECD yang berada di bawah rata-rata lima tahun mengurangi bantalan.

Kesimpulannya, ambang batas $100 kembali muncul sebagai patokan psikologis dan teknis, dan premi risiko kenaikan tetap terjaga selama gangguan pasokan terus berlanjut.

$XBRUSD $XTIUSD $CL
NFA ✔️ DYOR 🔎
#SummerCreationCamp #夏日创作营 #Oil
repost-content-media
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 3
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
HighAmbition
· 2jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
Yusfirah
· 2jam yang lalu
1000x VIbes 🤑
Balas0
Yusfirah
· 2jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan