Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Pasar saham global semuanya naik, kecuali saham A seperti anjing.
Siapa yang melakukannya? Dan salah siapa, kali ini “pemimpin utama” yang menekan pasar—kamu pasti tidak akan menyangka—Turki, India, Mesir, Pakistan, Thailand, Filipina…… sekumpulan kerabat miskin yang hampir tidak bisa membuka panci sendiri!
Apa yang terjadi? Imbal hasil obligasi AS melonjak gila: tenor 10 tahun mencapai 4,63%, 30 tahun 5,16%, tertinggi dalam setahun.
Modal global berbalik arah ke AS, negara-negara miskin ini langsung terkejut—mereka semua adalah pemilik utang dolar, mata uang mereka rapuh seperti keripik, dan sangat bergantung pada impor minyak.
Harga minyak melambung tinggi (Rusia-Ukraina + Timur Tengah), inflasi meledak: Turki inflasi 32%, suku bunga 37%, simpan 100 dolar dapat 137 dolar, tapi lira melemah 1/3 setahun, sama saja seperti kertas bekas.
Investasi asing keluar, mata uang lokal jatuh, impor minyak semakin mahal, inflasi melambung, rakyat turun ke jalan…… spiral kematian.
Bagaimana menyelamatkan diri sendiri? Jual obligasi AS, tukar dolar, bertahan keras terhadap nilai tukar!
Turki paling nekat: pertama jual 120 ton emas, harga emas jatuh sampai orang tua pun tidak mengenali; lalu jual obligasi pemerintah AS senilai 22 miliar dolar.
India juga tidak diam saja, setidaknya mengurangi 6,7 miliar dolar.
Mereka bukan sedang “menekan pasar”, tapi memotong daging demi bertahan hidup.
Apakah Federal Reserve mengontrol? Powell berpikir: Ngapain? Mereka main “penurunan suku bunga + pengurangan neraca”, pasar obligasi tidak diselamatkan lagi, uang dialihkan ke pasar saham.
Jadi muncul pemandangan ajaib: imbal hasil obligasi AS melonjak besar, saham AS malah bisa bertahan.
Saham A juga sama, pagi turun bareng Korea, sore didorong kembali oleh sektor semikonduktor (misalnya Longxin Technology dengan laba kuartal pertama 24,7 miliar).
Tapi jangan terlalu senang dulu—kalau imbal hasil obligasi AS melonjak ke atas 5,5%, pasar saham juga harus tunduk.
Di mana peluangnya? Perhatikan dua hal: kunjungan Putin ke China, apakah bisa menenangkan Timur Tengah dan menekan harga minyak; dan saham A sendiri, apakah bisa punya lebih banyak perusahaan “mesin cetak uang”.
Dunia ini seperti domino. Yang pertama tumbang kali ini bukan serigala Wall Street, melainkan beberapa teman miskin yang terpojok oleh harga minyak tinggi dan dolar yang menguat.
Mereka menyelamatkan diri sendiri, tapi malah mengguncang pasar global.
Kamu pikir Amerika akan turun tangan menyelamatkan?