Sebuah platform penilaian evaluasi aset digital menilai 91 proyek mata uang kripto Korea yang terdaftar di bursa domestik, dengan hanya satu proyek yang meraih nilai sangat baik A- atau lebih tinggi. Penilaian oleh Apiwa, dengan tanggal acuan 13 Juli, menemukan bahwa lebih dari 73% proyek yang dinilai memperoleh nilai C+ atau lebih rendah. Platform tersebut menilai proyek yang didefinisikan sebagai “Kimchi coins” — aset digital dengan penerbit Korea, wilayah layanan utama di Korea, atau dikembangkan dan dioperasikan oleh entitas dalam negeri. IP (Story) menjadi satu-satunya proyek yang meraih nilai A- dengan skor 80,4 poin, menempati peringkat pertama secara keseluruhan di antara 91 proyek yang dinilai. Penilaian ini mencerminkan kondisi terkini proyek mata uang kripto Korea di pasar aset digital domestik.
IP (Story) meraih skor 80,4 poin dan memperoleh nilai A-, menjadikannya satu-satunya proyek di antara 91 proyek mata uang kripto Korea yang dinilai untuk meraih peringkat sangat baik. Evaluasi meninjau proyek yang terdaftar di bursa domestik, dengan mengecualikan aset yang dukungan perdagangannya telah dihentikan. Tujuh belas proyek menerima nilai “bagus” B+ atau lebih tinggi. Grup ini mencakup NXPC (Nexspace), S (Sonic), KAIA (Kaia), SPACE (Spacecoin), CTC (Creditcoin), MVL (MVL), TAKE (Overtake), WNCG (Wrapped Nine Chronicles Gold), BFC (Bifrost), XPLA (Xpla), DELABS (Delabs Games), MLK (Milk), KONET (KONET), NUMI (Numinetwork), EL (Elysian), MBL (Moviebloc), dan ICX (Icon).
Enam puluh tujuh proyek dari total 91, yang mewakili 73,6% aset kripto Korea yang dinilai, menerima nilai C+ atau lebih rendah. Proyek yang menerima nilai C mencakup BORA (Bora), HUNT (Hunt), TOKAMAK (Tokamak Network), HPP (House Party Protocol), META (Metadium), DKA (Decargo), PCI (Paycoin), dan AMO (Amocoin). Proyek dengan nilai D mencakup EGG (Nestree), AZIT (Azit), CRMC (Crema Coin), FANC (Fancie), BAAS (Baas ID), BIOT (Biopassport), OVER (Over Protocol), GXA (Galaxia), EDUM (Edum), dan TEMCO (Temco). Enam proyek menerima klasifikasi NR (tidak dinilai): LFIT (Elfit), WOORI (Woori), SKLAY (Sclay), CLBK (Cloudbric), FNCY (Fancie), dan CLE (Cle Coin). CLE (Cle Coin) mencatat skor terendah secara keseluruhan di 12,65 poin, diikuti oleh FNCY (Fancie) di 16,43 poin, CLBK (Cloudbric) di 18,35 poin, SKLAY (Sclay) di 19,2 poin, WOORI (Woori) di 19,46 poin, dan LFIT (Elfit) di 19,72 poin.
Apiwa melakukan evaluasi kuantitatif aset digital yang terdaftar di bursa domestik dengan secara komprehensif mencerminkan likuiditas, aktivitas pengembangan, akses pasar, faktor keamanan dan risiko, serta indikator komunitas. Platform ini mendefinisikan “Kimchi coins” sebagai aset digital di mana penerbitnya adalah Korea, wilayah layanan utama adalah Korea, atau aset tersebut dikembangkan dan dioperasikan oleh entitas dalam negeri. Apiwa menyatakan bahwa evaluasi ini berfungsi sebagai materi referensi untuk memberikan informasi kepada investor, bukan untuk menggantikan pertimbangan investasi.
Berapa persentase proyek kripto Korea yang menerima nilai buruk dalam evaluasi Apiwa?
Lebih dari 73% dari 91 proyek mata uang kripto Korea yang dinilai menerima nilai C+ atau lebih rendah, dengan 67 proyek masuk dalam kategori ini.
Proyek mata uang kripto Korea mana yang meraih nilai tertinggi dalam evaluasi?
IP (Story) menjadi satu-satunya proyek yang meraih nilai sangat baik A-, dengan skor 80,4 poin dan menempati peringkat pertama secara keseluruhan di antara semua proyek yang dinilai.
Berita Terkait
Saham Korea: 16 Perusahaan Kembali ke Status Saham Penny Setelah Konsolidasi
Indikator Kekuatan Eksternal Korea Selatan Dinilai Sangat Baik Meski Rasio Utang 43,3%
Jepang Mengklasifikasikan Ulang Kripto sebagai Instrumen Keuangan untuk Memfasilitasi Persetujuan ETF