Menurut Nikkei Asia, Apple menaikkan target produksi iPhone lipatnya menjadi 10 juta unit minggu ini, naik tajam dari perkiraan sebelumnya sebanyak 7–8 juta unit. Langkah ini mendorong harga saham Apple naik 12% selama lima hari perdagangan terakhir, menambah sekitar 491,7 miliar dolar AS pada nilai pasarnya.
Sementara itu, Apple menghadapi pelanggaran keamanan yang signifikan. Reuters melaporkan bahwa sekelompok peretas mencuri data rahasia dari Tata Electronics, pemasok utama dan mitra manufaktur utama Apple di India, termasuk detail rantai pasokan iPhone 18 Pro yang belum dirilis dan materi pengujian yang difoto pada awal 2026. Setidaknya enam dokumen mengungkapkan pemasok eksklusif untuk komponen iPhone 18 Pro termasuk prosesor, baterai, dan modul kamera, beserta nama kode internal yang ditandai sebagai rahasia.