BCA Research merekomendasikan untuk menjual dolar AS dan membeli mata uang negara-negara yang mencatat surplus neraca berjalan, termasuk won Korea, seraya mengutip adanya kesamaan antara kondisi makroekonomi saat ini dan era Bretton Woods akhir. Perusahaan riset independen itu memperingatkan bahwa dolar sedang berubah menjadi mata uang yang pro-siklus, risk-on, saat AS menjalankan defisit neraca berjalan sebesar $1 triliun yang sepenuhnya dibiayai oleh pembelian saham dari luar negeri. BCA Research menarik perbandingan dengan periode 1960-an hingga 1970-an ketika defisit fiskal besar AS akibat belanja Perang Vietnam dan program-program domestik mendahului runtuhnya standar emas serta terjadinya depresiasi dolar sebesar 10,7% pada 1971.
BCA Research Menarik ParalleI Era Bretton Woods
BCA Research menyatakan dalam laporan terbarunya bahwa "lingkungan makroekonomi saat ini menyerupai era Bretton Woods akhir dalam hal defisit fiskal AS yang besar dan semakin dalamnya ketergantungan pada kepercayaan asing terhadap mata uang dan aset." Perusahaan itu mencatat bahwa pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an, AS mencatat defisit fiskal besar akibat belanja tinggi untuk Perang Vietnam dan program kebijakan domestik. BCA Research mengamati bahwa inflasi AS dan imbal hasil obligasi jangka panjang mulai mengalami kenaikan yang bersifat struktural pada 1965-66, dengan pola serupa muncul sejak 2021. Perusahaan riset tersebut juga menyoroti kesamaan antara saham berkapitalisasi besar "Nifty Fifty" yang memimpin pasar bull AS pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an dan reli saham AS empat tahun terakhir.
Defisit Neraca Berjalan AS Bertumpu pada Pembelian Saham Asing
BCA Research menekankan bahwa berbeda dari masa lalu ketika AS memiliki neraca pembayaran yang jauh lebih sehat, kini negara itu bergantung jauh lebih besar pada masuknya modal portofolio dari luar negeri. Perusahaan itu menyatakan bahwa defisit neraca berjalan AS sebesar $1 triliun diisi sepenuhnya oleh pembelian saham AS oleh pihak asing. BCA Research menilai bahwa pembelian seperti itu tidak bisa berlanjut tanpa batas. Perusahaan riset tersebut mengevaluasi bahwa ketika arus masuk modal dari luar negeri melemah, dolar perlu jatuh tajam untuk menyeimbangkan akun internasional, dan pembuat kebijakan AS akan lebih memilih depresiasi dolar ketimbang kenaikan suku bunga. BCA Research memperkirakan bahwa melalui proses ini, dolar akan menjadi mata uang pro-siklus, risk-on, yang bergerak seiring dengan pasar saham.
BCA Research Merekomendasikan Mata Uang Negara Surplus
BCA Research menunjukkan bahwa dolar dinilai terlalu tinggi berdasarkan kurs efektif riil yang diukur melalui biaya tenaga kerja per unit. Perusahaan itu merekomendasikan untuk menjual (shorting) dolar terhadap won Korea, yen Jepang, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan euro. Ini adalah mata uang dari negara-negara yang menjalankan surplus neraca berjalan. BCA Research menilai bahwa mata uang-mata uang ini memiliki potensi apresiasi yang tinggi. Perusahaan itu menekankan bahwa investor harus "keluar dari dolar" karena probabilitas bahwa dolar akan berubah menjadi mata uang pro-siklus terus meningkat.
BCA Research Mengusulkan Strategi Saham China Jangka Pendek
Dalam laporan terpisah, BCA Research menganalisis bahwa indeks KOSPI bisa menghadapi penurunan lanjutan, sementara investor dapat meraih keuntungan dari rebound pasar saham China dalam jangka pendek. Perusahaan riset tersebut mencatat bahwa dalam jangka menengah hingga panjang, profitabilitas perusahaan semikonduktor Korea akan lebih unggul dibanding perusahaan teknologi China, dengan catatan strategi ini hanya berlaku untuk periode singkat dalam tiga bulan.
FAQ
Mengapa BCA Research membandingkan ekonomi AS saat ini dengan era Bretton Woods?
BCA Research membandingkan lingkungan makroekonomi saat ini dengan periode Bretton Woods akhir karena keduanya menampilkan defisit fiskal AS yang besar dan semakin dalamnya ketergantungan pada kepercayaan asing terhadap mata uang dan aset. Perusahaan itu mencatat bahwa inflasi AS dan imbal hasil obligasi jangka panjang mulai mengalami kenaikan struktural pada 1965-66 dan lagi sejak 2021, dengan pola konsentrasi pasar saham yang serupa.
Mata uang apa yang BCA Research rekomendasikan untuk dibeli terhadap dolar?
BCA Research merekomendasikan untuk membeli won Korea, yen Jepang, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan euro terhadap dolar AS. Ini adalah mata uang dari negara-negara yang menjalankan surplus neraca berjalan, yang dinilai BCA Research memiliki potensi apresiasi tinggi karena dolar menghadapi tekanan depresiasi.