Kongres sedang mempertimbangkan Clarity Act, rancangan undang-undang yang akan menetapkan struktur pasar federal yang komprehensif untuk aset digital di Amerika Serikat. Patrick McHenry, mantan ketua Komite Jasa Keuangan Dewan yang pensiun pada Januari 2025 dan kini menjabat sebagai penasihat senior di Lazard, menggambarkan RUU itu sebagai berpotensi menjadi undang-undang teknologi paling signifikan sejak Telecommunications Act 1996. Pada posting 16 Juli di X dan sebuah op-ed Fortune, McHenry berargumen bahwa legislasi tersebut akan memberikan kepastian regulasi, perlindungan konsumen, dan aturan operasional yang lebih jelas bagi perusahaan kripto. RUU ini merupakan upaya untuk membentuk regulasi aset digital khusus sebelum terjadi gangguan besar di pasar, dengan kontras terhadap reformasi keuangan yang diadopsi setelah krisis 2008.
McHenry Membandingkan Clarity Act dengan Undang-Undang Telekomunikasi 1996
Dalam op-ed Fortune-nya, McHenry menggambarkan Clarity Act sebagai legislasi teknologi terdepan yang paling signifikan sejak Telecommunications Act 1996. Ia menyatakan proposal itu akan memungkinkan Kongres bersiap menghadapi perubahan teknologi alih-alih menunggu krisis berikutnya memaksa respons. Mantan ketua komite itu membandingkan RUU itu dengan reformasi keuangan yang diadopsi setelah krisis keuangan 2008, dengan berargumen bahwa Clarity Act merepresentasikan peluang untuk membentuk kebijakan keuangan yang komprehensif sebelum terjadi gangguan besar. RUU ini akan menciptakan struktur khusus untuk aset digital sementara sektor tersebut masih berkembang, alih-alih menyesuaikan aturan yang ditulis untuk pasar yang lebih lama.
Pendukung RUU Membingkai Perlindungan Konsumen sebagai Argumen Utama
McHenry menyatakan Clarity Act akan menetapkan perlindungan bagi konsumen dan investor sekaligus memberi lembaga penegak hukum alat yang lebih baik untuk mengidentifikasi pelaku kriminal dan aktor buruk lainnya. Collin McCune, kepala urusan pemerintahan di firma modal ventura Andreessen Horowitz, menanggapi posting McHenry dengan membingkai keputusan Kongres sebagai pilihan antara pengawasan federal yang lebih kuat atau membiarkan konsumen rentan terhadap keruntuhan lain seperti FTX. Para pendukung mempresentasikan RUU tersebut sebagai kerangka kerja untuk pengembangan pasar dan akuntabilitas, dengan standar federal yang jelas yang mendefinisikan cara bisnis yang sah beroperasi sekaligus memperkuat pengawasan di seluruh sektor aset digital.
McHenry Mengaitkan Regulasi yang Jelas dengan Daya Saing Kripto AS
McHenry berargumen bahwa modal global dan inovasi akan bergerak menuju pasar dengan aturan yang jelas, hak kekayaan yang didefinisikan, dan sistem regulasi yang dapat diandalkan. Ia menunjuk dukungan bipartisan untuk GENIUS Act dan proposal struktur pasar kripto lainnya sebagai bukti bahwa para pembuat kebijakan semakin menyadari perlunya legislasi aset digital khusus. Clarity Act akan memperluas upaya itu dengan menangani struktur yang lebih luas dari pasar kripto AS. Senator Cynthia Lummis menyatakan pada 14 Juli bahwa CLARITY Act di Senat sudah siap setelah berbulan-bulan negosiasi, dengan naskah RUU yang akan keluar dalam beberapa hari.
FAQ
Apa yang dikatakan Patrick McHenry tentang Clarity Act pada 16 Juli?
Patrick McHenry memposting di X pada 16 Juli bahwa Kongres memiliki kesempatan untuk bergerak melampaui "regulasi reaktif" dengan mengesahkan legislasi yang memberikan kepastian regulasi, perlindungan konsumen, dan kepercayaan yang lebih besar bagi para wirausaha yang membangun di sektor aset digital. Ia kemudian mengembangkan pernyataan tersebut dalam sebuah op-ed Fortune.
Mengapa pendukung membandingkan Clarity Act dengan Telecommunications Act of 1996?
McHenry menggambarkan Clarity Act sebagai legislasi teknologi terdepan yang paling signifikan sejak Telecommunications Act of 1996 karena proposal itu akan memungkinkan Kongres mempersiapkan perubahan teknologi secara proaktif, bukan menunggu krisis memaksa respons regulasi.
Apa yang dikatakan Collin McCune tentang implikasi perlindungan konsumen dari RUU tersebut?
Collin McCune, kepala urusan pemerintahan di Andreessen Horowitz, membingkai keputusan Kongres sebagai pilihan antara pengawasan federal yang lebih kuat dan membiarkan konsumen rentan terhadap keruntuhan lain seperti FTX, sehingga memperkuat argumen perlindungan konsumen yang disampaikan oleh pendukung RUU.