Menurut data dari Korea Exchange, saham energi terbarukan anjlok tajam pada 27 Juli setelah harga minyak mentah internasional turun sekitar 5%. Doosan Fuel Cell turun hingga 30.000 KRW, menyentuh batas penurunan harian sebesar 29,91%, sementara SK E&C merosot 27,44% menjadi 58.700 KRW.
Aksi jual ini terjadi setelah meredanya ketegangan di Timur Tengah. AS menghentikan serangan udara terhadap Iran pada 24 Juli, dan Iran menyatakan akan menghentikan pembalasan militer jika serangan AS tetap ditangguhkan, sehingga kekhawatiran gangguan pasokan berkurang. Menurut Bloomberg, futures minyak Brent dan WTI turun masing-masing 4,9%, diperdagangkan pada $92,04 dan $84,95 per barel, dengan Brent sempat turun di bawah $90.