Pesan Gate News, 17 April — Henry Paulson, mantan Menteri Keuangan AS, telah memperingatkan bahwa otoritas Amerika harus menyiapkan rencana kontinjensi lebih awal untuk potensi runtuhnya permintaan Surat Utang AS. Menurut Paulson, jika krisis seperti itu terjadi, dampaknya akan sangat parah.
Gangguan di pasar Surat Utang AS, yang dianggap sebagai fondasi sistem keuangan global, dapat mengganggu penetapan harga di seluruh obligasi korporasi, hipotek, dan saham. Jika krisis tersebut mengikis kepercayaan pada dolar AS, modal dapat mengalir menuju tempat penyimpan nilai alternatif seperti Bitcoin dan emas.
Tether, yang memegang Surat Utang AS sebagai aset cadangan utamanya, dapat menghadapi tekanan penebusan dan potensi risiko depegging dalam skenario seperti itu.