Harga Futures Emas Turun 24% dari Puncak Januari saat Imbal Hasil TIPS Meningkat hingga 2,2%

XAU0,28%
GS-2,77%

Futures emas turun 0,15% menjadi 4.063,42 dolar AS per ounce pada waktu setempat 15 Mei, menandai sekitar 24% di bawah puncak 29 Januari senilai 5.354,8 dolar AS per ounce. Penurunan ini terjadi setelah imbal hasil US 10-year TIPS meningkat, dari 1,7% menjadi 2,2% sejak Maret, serta menguatnya indeks dolar yang naik dari 90 di awal tahun menjadi 100 saat ini. Kemunduran harga ini merupakan pembalikan dari “everything rally” yang mendorong investor mengakumulasi emas sepanjang tahun lalu, dengan aset safe-haven tradisional kini menghadapi permintaan yang lebih rendah seiring suku bunga naik dan imbal hasil obligasi menjadi lebih menarik.

Futures Emas Turun 24% Dari Puncak Januari

Menurut Investing.com pada 16 Mei, futures emas ditutup pada 4.063,42 dolar AS per ounce pada waktu setempat 15 Mei, turun 0,15% dari hari perdagangan sebelumnya. Ini berarti sekitar 24% di bawah rekor tertinggi tahun ini sebesar 5.354,8 dolar AS per ounce yang tercatat pada 29 Januari. Penurunan terjadi meski risiko konflik Timur Tengah yang masih berlangsung, sementara pasar ekuitas AS dan Jepang terus meningkat.

Imbal Hasil TIPS Naik Dari 1,7% ke 2,2% Sejak Maret

Imbal hasil US 10-year Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) melonjak tajam mulai Maret. Imbal hasil TIPS naik dari 1,7% menjadi 2,2% saat ini. Kenaikan imbal hasil ini mengurangi daya tarik relatif emas, karena kepemilikan emas tidak menghasilkan dividen atau pendapatan bunga. Ketika suku bunga turun, investor biasanya menjual obligasi untuk membeli emas, sehingga permintaan meningkat. Sebaliknya, tingkat bunga yang lebih tinggi membuat obligasi lebih menarik, sehingga permintaan investasi emas berkurang. Spekulasi pasar tentang Kevin Warsh, yang dianggap tokoh hawkish, sebagai kandidat ketua Federal Reserve turut mendorong ekspektasi kenaikan imbal hasil.

Indeks Dolar Naik Dari 90 ke 100

Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS, naik dari 90 di awal tahun menjadi 100 saat ini. Emas diperdagangkan dalam dolar, sehingga pembelian menjadi lebih mahal ketika nilai dolar menguat. Dolar yang lebih kuat memaksa pembeli membayar premi di atas harga pasar. Kenaikan indeks dolar terjadi bahkan di tengah konflik AS-Iran, yang menunjukkan keyakinan global yang berkelanjutan pada dominasi dolar.

Bank Sentral Menjual Bersih 121 Ton pada Maret

Bank sentral, yang sebelumnya menopang permintaan emas, sempat menghentikan pembelian. Menurut World Gold Council, bank sentral menjual bersih total 121 ton pada Maret. Meskipun mereka kembali membeli bersih pada April, pasar menafsirkan penjualan pada Maret sebagai faktor yang berkontribusi pada penurunan harga tajam selama periode tersebut.

Goldman Sachs Menurunkan Prakiraan Akhir Tahun ke $4.900

Bank investasi global memangkas proyeksi harga emas mereka. Goldman Sachs baru-baru ini menurunkan prakiraan harga emas akhir tahun dari 5.400 dolar AS per ounce menjadi 4.900 dolar AS per ounce, dengan alasan pemotongan suku bunga yang tertunda sehingga mengurangi daya tarik emas. Deutsche Bank juga menurunkan prakiraan harga emas Q4 sebesar 17% dari estimasi sebelumnya. Peneliti Daishin Securities, Choi Jin-young, menyatakan bahwa emas berfungsi sebagai hedge saat nilai mata uang memburuk, tetapi tanpa kebijakan moneter yang ekspansif seperti di masa lalu, permintaan hedge emas akan tetap terbatas. World Gold Council memproyeksikan harga emas kemungkinan tetap berada dalam kisaran, sementara permintaan “bargain hunting” dari bank sentral dan investor jangka panjang akan membatasi potensi penurunan.

FAQ

Apa yang menyebabkan futures emas turun pada waktu setempat 15 Mei?
Futures emas turun 0,15% menjadi 4.063,42 dolar AS per ounce pada waktu setempat 15 Mei, dipicu oleh kenaikan imbal hasil US 10-year TIPS dari 1,7% menjadi 2,2% sejak Maret dan penguatan indeks dolar yang meningkat dari 90 menjadi 100 saat ini.

Mengapa Goldman Sachs menurunkan prakiraan harga emas?
Goldman Sachs menurunkan prakiraan harga emas akhir tahun dari 5.400 menjadi 4.900 dolar AS per ounce, dengan alasan jadwal pemotongan suku bunga yang tertunda yang mengurangi daya tarik investasi relatif emas dibanding obligasi.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar