Menurut Aakash Doshi, Kepala Strategi Emas di State Street Asset Management, dalam sebuah wawancara dengan Kitco News, pergerakan emas berikutnya sebesar $1.000 kemungkinan akan bergerak lebih tinggi karena sikap pengetatan Federal Reserve tampaknya telah mencapai puncak sikap hawkish. Doshi mengatakan ekspektasi pasar terhadap sikap kebijakan moneter The Fed terlalu agresif, seraya mencatat bahwa, “pasar telah melakukan banyak pekerjaan The Fed sendiri.” Emas saat ini tengah mengonsolidasikan diri di sekitar $4.000 per ons, dengan imbal hasil riil 10 tahun diperdagangkan mendekati 2,4%. Doshi mengulang proyeksi dasar (base-case) bahwa emas akan diperdagangkan di antara $4.750 dan $5.500 selama enam hingga sembilan bulan ke depan, dengan potensi mencapai $5.000 pada paruh pertama tahun depan jika imbal hasil obligasi dua tahun turun di bawah 4%.
Doshi menunjuk laporan payrolls nonfarm Juli pekan depan sebagai katalis utama untuk pergerakan emas berikutnya, dengan mencatat bahwa laporan ketenagakerjaan Juni hanya menunjukkan 57.000 pekerjaan yang diciptakan, jauh meleset dari ekspektasi. “Jika data itu mengecewakan, maka Anda bisa melihat pasar melakukan penyesuaian ulang (repricing) ekspektasi kenaikan suku bunga hingga akhir tahun dengan sangat cepat,” katanya.