Dana Pensiun Pemerintah Jepang (GPIF) memusatkan lebih dari setengah kepemilikan saham Korea-nya di Samsung Electronics dan SK Hynix pada akhir Maret, menurut analisis portofolio komprehensif oleh Yonhap Infomax yang diterbitkan pada tanggal 8. Fokus semikonduktor ini muncul seiring GPIF memegang sekitar 1,2983 triliun yen dalam ekuitas Korea, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing mencapai 421,1 miliar yen dan 237,3 miliar yen. Konsentrasi ini mencerminkan lonjakan kapitalisasi pasar pada kedua perusahaan semikonduktor selama booming industri chip yang sedang berlangsung, meskipun GPIF mempertahankan posisi yang terdiversifikasi di sektor otomotif, pertahanan, keuangan, bioteknologi, dan platform.
GPIF Mengalokasikan 54,5% dari Kepemilikan Korea ke Saham Semikonduktor
GPIF memegang Samsung Electronics senilai sekitar 421,1 miliar yen (3,9 triliun won) pada akhir Maret, mewakili 32,4% dari total portofolio saham Korea-nya yang bernilai 1,2983 triliun yen (12,1 triliun won). Kepemilikan SK Hynix mencapai 237,3 miliar yen (2,2 triliun won), mencakup 18,3% dari ekuitas Korea. Jika digabungkan dengan saham preferen Samsung Electronics senilai 49,3 miliar yen (3,8%), ketiga posisi semikonduktor tersebut totalnya sekitar 707,8 miliar yen (6,6 triliun won), yang terdiri dari 54,5% dari kepemilikan saham Korea GPIF.
Kepemilikan semikonduktor bertambah seiring Samsung Electronics dan SK Hynix mengalami peningkatan kapitalisasi pasar yang signifikan selama booming semikonduktor yang berlanjut hingga tahun ini.
Samsung Electronics dan SK Hynix Masuk dalam 40 Kepemilikan Global Teratas
Samsung Electronics dan SK Hynix menjadi satu-satunya perusahaan Korea yang masuk dalam peringkat 200 besar dari seluruh portofolio saham luar negeri GPIF. Samsung Electronics menempati peringkat ke-19 sementara SK Hynix berada di peringkat ke-40 di antara semua kepemilikan ekuitas asing. NVIDIA menduduki posisi pertama, diikuti oleh Apple di posisi kedua, Microsoft di posisi ketiga, dan Amazon di posisi keempat di antara perusahaan mega-cap dalam portofolio global GPIF.
GPIF Mendiversifikasi Portofolio Korea di Sektor Pertahanan dan Keuangan
Kepemilikan menurun tajam setelah raksasa semikonduktor, dengan Hyundai Motor senilai 31,7 miliar yen hanya mewakili 2,4% dari kepemilikan Korea. Saham pertahanan dan industri berat menunjukkan kehadiran yang menonjol, termasuk Hanwha Aerospace (22,2 miliar yen), Doosan Enerbility (22,0 miliar yen), dan HD Hyundai Electric (10,3 miliar yen).
Perusahaan induk keuangan menempati posisi yang substansial: KB Financial dipegang sebesar 27,8 miliar yen, Shinhan Financial Group sebesar 20,9 miliar yen, Hana Financial sebesar 16,3 miliar yen, dan Woori Financial sebesar 11,4 miliar yen. Keempat grup keuangan utama mempertahankan bobot yang relatif solid dalam portofolio.
Investasi bioteknologi termasuk Celltrion (16,1 miliar yen), Samsung Biologics (9,2 miliar yen), dan Alteogen (7,2 miliar yen). Perusahaan platform Naver (15,7 miliar yen) dan Kakao (7,6 miliar yen) juga muncul di antara kepemilikan.
GPIF memiliki posisi kecil di Samchundang Pharmaceutical (180 juta yen, sekitar 1,66 miliar won), yang mengalami lonjakan harga saham bersejarah sekitar bulan Maret. GS Holdings mewakili kepemilikan Korea terkecil sebesar 1,82 juta yen, dengan LS sebesar 3,08 juta yen sebagai posisi terkecil kedua, yang mencerminkan pendekatan mekanis GPIF terhadap inklusi saham.
FAQ
Berapa persentase kepemilikan saham Korea GPIF yang terkonsentrasi di Samsung Electronics dan SK Hynix?
GPIF mengalokasikan 54,5% dari portofolio saham Korea-nya ke Samsung Electronics, SK Hynix, dan saham preferen Samsung Electronics per akhir Maret. Samsung Electronics sendiri mencapai 32,4% senilai 421,1 miliar yen, sementara SK Hynix mewakili 18,3% senilai 237,3 miliar yen.
Bagaimana peringkat Samsung Electronics dan SK Hynix dalam portofolio saham global GPIF?
Samsung Electronics menempati peringkat ke-19 dan SK Hynix berada di peringkat ke-40 di antara semua saham luar negeri yang dimiliki GPIF per akhir Maret. Keduanya adalah satu-satunya perusahaan Korea yang masuk dalam peringkat 200 besar kepemilikan ekuitas asing GPIF, dengan NVIDIA, Apple, Microsoft, dan Amazon menempati empat posisi teratas.