Otoritas HK SFC: sikap “kawanan” terhadap aset virtual menurun, pria lebih berani mengambil risiko, sementara perempuan lebih berhati-hati dan cenderung mengikuti tren

香港虛擬資產羊群心態

Komite Investasi dan Pendidikan Keuangan Hong Kong (Komite Investasi) melakukan studi lanjutan yang diserahkan kepada Departemen Ilmu Sosial Terapan Universitas Politeknik Hong Kong menunjukkan bahwa, dibandingkan data tahun 2022 dan 2025, skor kecenderungan perilaku mengikuti kerumunan (herding) investor aset virtual Hong Kong turun dari 3,63 menjadi 3,19, dan keseluruhan perilaku investasi cenderung lebih rasional. Penelitian mengidentifikasi bahwa tipe “mengikuti tanpa mempertimbangkan posisi diri” memiliki proporsi tertinggi (33,9%), dengan persentase perempuan tertinggi; sedangkan “tipe percaya diri untuk menyerang” (22,2%) didominasi laki-laki.

Empat Tipe Investor dan Proporsinya

Penelitian mengidentifikasi empat tipe perilaku investor aset virtual di Hong Kong:

“Tipe mengikuti tanpa mempertimbangkan posisi diri” (33,9%): Proporsi tertinggi, didominasi investor muda berusia 18 hingga 29 tahun, dengan persentase perempuan tertinggi di antara semua tipe (43%); cirinya mudah dipengaruhi emosi pasar, dan setelah mengalami kerugian menjadi lebih hati-hati dan konservatif.

“Tipe terjebak tapi tak mau pergi” (25,5%): Umumnya berasal dari profesional paruh baya (30 hingga 39 tahun), cenderung memegang aset dalam jangka panjang menunggu rebound setelah mengalami kerugian.

“Tipe percaya diri untuk menyerang” (22,2%): Didominasi laki-laki berpendidikan tinggi dan berkemampuan finansial tinggi, mudah terlalu percaya diri dan meningkatkan alokasi pada transaksi berisiko tinggi.

“Tipe takut kalah” (18,4%): Aset relatif lebih berlimpah tetapi frekuensi transaksi tinggi, dorongan emosinya jelas dipengaruhi FOMO (takut ketinggalan kesempatan).

Data peningkatan perilaku dari 2022 hingga 2025

Menurut laporan Komite Investasi, skor dari empat penyimpangan inti berikut membaik (skala 5 poin):

Kecenderungan melakukan transaksi mengikuti tren: 3,63 → 3,19 (berkurangnya kondisi ikut-ikutan berinvestasi yang dipengaruhi volume transaksi pasar)

Meniru perilaku pembelian massa: 3,49 → 3,30 (berkurangnya tindakan investor meniru perilaku pembelian massa terhadap aset virtual tertentu)

Kecenderungan berisiko tinggi setelah meraih keuntungan: 3,11 → 2,89 (turunnya kecenderungan langsung menambah transaksi berisiko tinggi setelah mendapat keuntungan)

Ketergantungan pada pengalaman masa lalu: 4,03 → 3,86 (berkurangnya tingkat ketergantungan pada pengalaman pribadi masa lalu)

Bias yang terus berlanjut dalam temuan penelitian: FOMO umum dan ketergantungan pada figur keuangan ‘influencer’ meningkat

Meskipun indikator-indikator di atas membaik, penelitian Komite Investasi juga menunjukkan masalah yang terus berlanjut berikut: emosi FOMO (takut ketinggalan kesempatan) dan kepercayaan diri berlebihan tetap umum; pada dua kali penelitian tahun 2022 dan 2025, tingkat ketergantungan investor pada intuisi diri sendiri serta pada “figur otoritas (termasuk influencer keuangan)” juga meningkat.

Masalah yang sering diajukan

Skor kecenderungan perilaku mengikuti kerumunan turun dari 3,63 menjadi 3,19—seberapa besar peningkatannya?

Berdasarkan skala dengan 5 poin yang digunakan dalam penelitian, skor 3,63 dan 3,19 sama-sama berada pada rentang menengah-atas; penurunan sebesar 3,44 kira-kira sekitar 0,44 poin. Komite Investasi menggambarkannya sebagai “penurunan yang signifikan”, namun tidak menetapkan standar ambang batas spesifik untuk perbaikan nilai.

Apakah sistem regulasi tahun 2023 secara langsung menyebabkan perbaikan perilaku investasi?

Menurut laporan Komite Investasi, penelitian mengumpulkan data pada 2022 (sebelum regulasi) dan 2025 (setelah regulasi), serta mencatat sejumlah perbaikan perilaku. Laporan menyimpulkan bahwa perbaikan terkait dengan perubahan lingkungan setelah penerapan sistem regulasi platform perdagangan aset virtual pada 2023, tetapi penelitian itu sendiri tidak menyingkirkan kemungkinan faktor penjelas lain.

Apa implikasi kebijakan dari temuan bahwa tingkat ketergantungan pada influencer keuangan meningkat?

Menurut laporan Komite Investasi, pada dua kali penelitian, tingkat ketergantungan investor terhadap figur otoritas seperti “influencer keuangan” juga meningkat. Temuan ini pertama kali diumumkan dalam seminar internasional IOSCO, dengan tujuan menjadi dasar untuk membangun kerangka pendidikan investor berbasis bukti di berbagai tempat.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar