Menurut Jin10 pada 20 Juni, Ali al-Daylamia, seorang anggota biro politik Houthi, menyambut memorandum of understanding tahap pertama AS-Iran dan meminta Amerika Serikat menjadikannya sebagai kesempatan untuk mengubah secara mendasar strategi agresifnya di Timur Tengah.
Al-Daylamia menyatakan bahwa Houthi mengharapkan AS menghormati memorandum yang ditandatangani dengan Iran, sambil menambahkan bahwa jika Gaza atau Lebanon menghadapi agresi terbuka lebih lanjut, gerakan tersebut akan mengambil tindakan. Ia juga menyerukan pembentukan tatanan regional baru di Laut Merah yang dipimpin oleh negara-negara kawasan untuk melindungi kepentingan negara-negara tetangga dan melawan hegemoni AS.