Menurut IBK Enterprise Bank, pada 27 Juli, saldo pinjaman usaha kecil dan menengah (UKM) bank tersebut mencapai 270 triliun won pada paruh pertama 2026, naik 8,1 triliun won dibanding akhir 2025, serta mencatat pangsa pasar rekor 24,6%.
Laba bersih kuartal kedua bank ini sebesar 689,5 miliar won, turun 0,7% secara tahunan, dipicu kerugian kurs valuta asing dan meningkatnya pencadangan kerugian pinjaman di tengah volatilitas mata uang yang tinggi. Meski turun, bank meningkatkan pendapatan bunga bersih serta keuntungan terkait sekuritas, yang sebagian mengimbangi penurunan laba.