Menurut Korps Garda Revolusi Islam Iran, Selat Hormuz telah ditutup sepenuhnya sejak hari ini, 18 Juli, menyusul ledakan dan kebakaran yang melahap dua kapal tanker yang melintas di zona yang ditambang di bagian selatan selat. Militer Iran menyebut operasi militer AS baru-baru ini sebagai pemicu penutupan.
Dalam pernyataan itu, disebutkan jalur perairan tidak dapat melanjutkan pengangkutan minyak maupun gas alam sampai AS menghentikan aksi militernya terhadap Iran, dan kapal-kapal harus menghindari area yang ditambang. Tidak ada rincian mengenai kebangsaan kapal tanker, jumlah korban, atau kerusakan yang diungkapkan.