Menurut Press TV yang dikelola negara Iran, pada 8 Juli, Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz jika diserang dan mengumumkan doktrin militer dan strategis baru. Sumber yang dikutip oleh media tersebut mengatakan tekad Teheran telah menguat selama 48 jam terakhir, dengan langkah-langkah segera akan diterapkan jika terjadi serangan.
Di bawah kebijakan baru, lalu lintas melalui Selat Hormuz akan sepenuhnya diblokir, dan Iran akan menyerang setidaknya dua target musuh untuk setiap satu target yang diserang terhadapnya. Sumber tersebut menekankan bahwa Iran tidak akan mengizinkan jalur maritim baru di luar kerangka kerja yang ditetapkan dan memperingatkan bahwa Iran siap mempertahankan kendali atas selat tersebut.