Korea Exchange berencana meluncurkan perdagangan ETF after-market mulai September, yang memungkinkan transaksi antara pukul 4 sore hingga 8 malam, sementara bursa alternatif NXT akan memulai perdagangan ETF pre-market dan after-market mulai November. Ekspansi ini hadir saat kapitalisasi pasar ETF Korea melampaui 500 triliun won, tetapi kelompok industri sekuritas memperingatkan bahwa beban pajak yang dihadapi likuiditas provider (LP) terus meningkat di bawah sistem pajak pendidikan yang berlaku. Pajak pendidikan hanya dikenakan pada keuntungan perdagangan tanpa mengimbangi kerugian hedging, sehingga menimbulkan tekanan biaya ketika LP melakukan transaksi beli-jual berulang untuk menjaga likuiditas pasar.
Korea Exchange dan NXT Memperluas Jam Perdagangan ETF
Korea Exchange mengumpulkan ETF yang memenuhi syarat dari perusahaan manajemen aset untuk perdagangan after-market, dengan rencana memulai dari produk-produk yang sangat likuid. Saat ini, ETF hanya bisa diperdagangkan hingga pukul 3.30 sore, tetapi ekspansi September akan memungkinkan perdagangan hingga pukul 8 malam. Bursa NXT akan meluncurkan perdagangan pre-market dari pukul 8 pagi hingga 8.50 pagi dan sesi after-market mulai November, dimulai dengan sekitar 100 ETF sebelum cakupan diperluas secara bertahap.
Beban Pajak Pendidikan bagi Likuiditas Provider
Likuiditas provider secara berkelanjutan menampilkan kuotasi beli dan jual untuk memastikan investor dapat memperdagangkan ETF pada harga yang sesuai, dengan melakukan transaksi hedging bersama aset acuan untuk mengurangi perbedaan harga. Pajak pendidikan menghitung kewajiban berdasarkan keuntungan perdagangan sekuritas, tetapi tidak mencerminkan kerugian dari transaksi hedging yang dilakukan LP sebagai bagian dari fungsi market-making mereka. Untuk perusahaan keuangan dengan pendapatan tahunan melebihi 1 triliun won, tarif maksimum pajak pendidikan naik dari 0,5% menjadi 1% tahun ini. Pengamat industri mencatat bahwa LP mungkin memperlebar spread bid-ask atau mengurangi penyediaan likuiditas untuk mengelola biaya pajak yang meningkat, yang berpotensi meningkatkan biaya transaksi bagi investor.
Industri Mengusulkan Sistem Kompensasi Laba-Rugi
Korea Financial Investment Association menyatakan bahwa metode perpajakan saat ini yang hanya mengenakan laba gagal mencerminkan karakteristik perdagangan LP, dan penerapan sistem kompensasi laba-rugi akan mempertahankan fungsi likuiditas pasar sekaligus mengurangi beban pajak yang berlebihan. Seorang pejabat Financial Investment Association mencatat bahwa mengelola tracking error menjadi semakin penting di pasar ETF, sehingga diperlukan perbaikan institusional untuk mengurangi beban biaya agar LP dapat secara aktif memberikan kuotasi. Sebuah usulan legislasi untuk menurunkan tarif maksimum pajak pendidikan dari 1% kembali ke 0,5% telah diajukan, meskipun pelaku industri sekuritas memandang adopsi kompensasi laba-rugi sebagai solusi yang lebih efektif dibanding sekadar penurunan tarif. Sistem kompensasi laba-rugi sebelumnya telah diterapkan untuk perhitungan pajak transaksi valuta asing, derivatif, serta sekuritas terkait derivatif.
FAQ
Apa peran likuiditas provider dalam perdagangan ETF?
Likuiditas provider secara berkelanjutan menampilkan kuotasi beli dan jual untuk memastikan investor dapat memperdagangkan ETF pada harga yang sesuai, dengan melakukan transaksi hedging simultan bersama aset acuan untuk mengurangi perbedaan harga.
Mengapa beban pajak pendidikan meningkat bagi likuiditas provider?
Pajak pendidikan hanya dikenakan pada keuntungan perdagangan sekuritas tanpa mengimbangi kerugian dari transaksi hedging, dan tarif maksimum naik dari 0,5% menjadi 1% tahun ini untuk perusahaan keuangan dengan pendapatan tahunan melebihi 1 triliun won, sehingga menciptakan biaya yang lebih tinggi ketika volume perdagangan LP tumbuh seiring ekspansi pasar.