Menurut Korea Exchange, indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 8,95% menjadi 6.806,93 pada 13 Juli, menembus ambang 7.000 poin di tengah penurunan aktivitas pasar yang dramatis. Rata-rata volume perdagangan mingguan acuan itu merosot menjadi 37,26 triliun won pada pekan 6–10 Juli, turun dari 59,90 triliun won pada awal Juni, yang menjadi level terendah sejak awal Mei.
Partisipasi investor ritel dalam total perdagangan KOSPI turun menjadi 31,3% untuk pekan yang berakhir pada 10 Juli dari 37,3% pada awal Juni, sementara simpanan investor yang terkumpul turun menjadi 105,58 triliun won per 10 Juli, level terendah sejak Februari, dengan potensi penurunan lebih lanjut mengingat kerugian pada 13 Juli. Rasio harga terhadap laba (price-to-earnings) forward 12 bulan indeks turun menjadi 6,36x, mendekati titik terendah 6,3x yang tercatat selama krisis keuangan global 2008.