Menurut CEO Perplexity Aravind Srinivas, minggu ini perusahaan meluncurkan sistem orkestrasi AI hibrida yang secara otomatis memilih model paling sesuai untuk setiap tugas, alih-alih mengandalkan satu large language model. Sistem ini memanfaatkan model open-source GLM 5.2 dari Zhipu sebagai arsitektur inti, mengarahkan tugas rutin ke model berbiaya lebih rendah dan meningkatkan operasi yang kompleks ke model yang lebih kuat hanya saat diperlukan.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran pasar yang lebih luas dari bersaing berdasarkan skala model menjadi bersaing pada efisiensi biaya dan optimisasi tugas. Lebih dari 85% perusahaan Fortune 500 kini telah mengadopsi Ollama, sebuah platform yang memungkinkan perusahaan menerapkan dan mengelola model AI open-source di lingkungan on-premises, menurut CEO Ollama Jeff Morgan. Analis industri memprediksi bahwa dalam 18 sampai 24 bulan, lebih dari 90% token AI bisa dihasilkan oleh model open-source, bukan sistem komersial milik sendiri.