Harga Bahan Bakar Filipina Naik P10,68 per Liter untuk Solar pada 21 Juli di Tengah Ketegangan Timur Tengah

FUEL-2,11%
GAS0,62%
NG2,00%

Pengendara kendaraan bermotor di Filipina menghadapi kenaikan harga bahan bakar yang tajam mulai 21 Juli, kata Menteri Energi Sharon Garin pada konferensi pers pada 20 Juli. Diesel akan naik sebesar P10,68 per liter, bensin akan meningkat P3,65 per liter, dan minyak tanah akan melonjak P11,77 per liter. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh pertempuran yang kembali berkobar di Timur Tengah yang memengaruhi Selat Hormuz, rute pengiriman minyak yang kritis di mana sebagian besar minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati jalur itu. Departemen Energi kembali menerapkan aturan penetapan harga bahan bakar yang lebih ketat untuk memantau SPBU dengan lebih baik dan melindungi konsumen dari kenaikan berlebihan.

DOE Mengumumkan Penyesuaian Harga Bahan Bakar untuk 21 hingga 27 Juli

Menteri Energi Sharon Garin mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar berikut pada konferensi pers tanggal 20 Juli, yang berlaku untuk minggu 21 hingga 27 Juli:

  • Diesel: kenaikan sebesar P10,68 per liter
  • Bensin: kenaikan sebesar P3,65 per liter
  • Minyak tanah: kenaikan sebesar P11,77 per liter

Penyesuaian tersebut mulai berlaku pada Selasa, 21 Juli.

Tren Harga Bahan Bakar Terkini di Filipina

Kenaikan 21 Juli mengikuti kenaikan minggu lalu, ketika harga bensin naik sekitar P1 per liter, sementara diesel meningkat P2,62 menjadi P4,62 per liter dan minyak tanah naik P2,22 menjadi P4,22 per liter. Menjelang penyesuaian resmi 21 Juli, pejabat DOE telah memperingatkan adanya kenaikan yang “ekstra-besar”, dengan harga bahan bakar berpotensi naik lebih dari P10 per liter.

Harga pom lokal masih jauh di atas level yang terlihat sebelum pertempuran yang melibatkan pasukan Iran dan AS-Israel meletus pada 28 Februari. Pada minggu penuh terakhir sebelum konflik, data DOE menunjukkan harga eceran umum di Metro Manila sebesar P56 per liter untuk bensin RON95, P54,70 per liter untuk bensin RON91, P55 per liter untuk diesel, dan P83,47 per liter untuk minyak tanah.

DOE Kembali ke Aturan Harga Maksimum Tunggal

DOE kembali bergerak ke aturan penetapan harga bahan bakar yang lebih ketat. Setelah berminggu-minggu mengumumkan kisaran harga yang luas, badan itu mengatakan pihaknya akan kembali dengan menetapkan satu kenaikan harga maksimum atau rollback minimum untuk membuat pemantauan harga di pom lebih ketat dan melindungi konsumen.

Garin mengatakan penggunaan kisaran harga dimaksudkan untuk memberi perusahaan minyak fleksibilitas ketika kondisi pasar tengah menstabilkan. Namun DOE mengubah kembali ke aturan yang lebih ketat setelah mengamati bahwa banyak SPBU cenderung menerapkan kenaikan harga pada ujung maksimum dari kisaran yang diizinkan.

Ketegangan Timur Tengah Dorong Kenaikan Harga Minyak Global

Lonjakan harga terbaru dipicu oleh permusuhan yang kembali berkobar di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, salah satu rute pengiriman minyak dan gas terpenting di dunia. Amerika Serikat meluncurkan putaran baru serangan udara terhadap Iran setelah personel militer AS tewas dalam serangan Iran.

Selat Hormuz tetap menjadi risiko utama bagi pasar bahan bakar global karena sebagian besar minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati jalur sempit antara Iran dan Oman. Gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker dapat dengan cepat memengaruhi harga minyak mentah dan produk olahan, termasuk Mean of Platts Singapore (MOPS) yang secara langsung memengaruhi harga pom Filipina.

Sebagian besar bahan bakar Filipina diimpor sebagai produk minyak jadi, termasuk diesel dan bensin. Ini berarti harga pom lokal lebih dipengaruhi secara langsung oleh harga regional yang diperdagangkan untuk bahan bakar jadi, bukan semata harga minyak mentah Dubai yang saja, yang telah turun dalam beberapa pekan terakhir.

FAQ

Kenaikan harga bahan bakar apa yang mulai berlaku di Filipina pada 21 Juli?

Harga diesel akan naik sebesar P10,68 per liter, bensin naik P3,65 per liter, dan minyak tanah naik P11,77 per liter, seperti yang diumumkan Menteri Energi Sharon Garin pada 20 Juli.

Mengapa harga bahan bakar meningkat di Filipina?

Kenaikan harga dipicu oleh pertempuran yang kembali berkobar di Timur Tengah yang memengaruhi Selat Hormuz, rute pengiriman minyak yang kritis. Amerika Serikat meluncurkan serangan udara terhadap Iran setelah personel militer AS tewas dalam serangan Iran, sehingga menimbulkan risiko gangguan bagi pengiriman minyak dan gas global.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar