Berdasarkan data FnGuide per 13 Juli, rasio harga terhadap laba ke depan 12 bulan (PER) Samsung Electronics mencapai 4,41x, level terendah dalam satu dekade di bagian bawah 2,7% dari distribusi 10 tahunnya. PER ke depan SK Hynix berada di 4,69x. Bloomberg melaporkan bahwa indeks KOSPI Korea Selatan, yang sangat terbebani oleh dua produsen chip tersebut, diperdagangkan pada forward PER 5,78x—lebih rendah dibandingkan saat krisis keuangan global 2008.
Namun, sebagian besar sekuritas menilai bisnis chip memori siklikal menggunakan rasio harga terhadap nilai buku (PBR) ketimbang PER, dengan alasan volatilitas laba dan kekhawatiran terkait keberlanjutan. Di antara 24 sekuritas yang memberikan target harga untuk SK Hynix dalam beberapa bulan terakhir, 18 di antaranya memakai PBR. Sebagian kecil, termasuk SK Securities, mulai menggunakan PER, dengan mengutip siklus investasi artificial intelligence dan perjanjian pasokan jangka panjang (LTAs) sebagai pendorong struktural yang dapat mempertahankan permintaan.