Solana menghasilkan hampir dua kali lipat pendapatan aplikasi 24 jam milik Hyperliquid pada waktu publikasi, namun kedua jaringan menunjukkan performa token yang berbeda selama dua bulan terakhir. Sementara arus pendapatan Solana terutama mengalir ke aplikasi yang dibangun di jaringannya, bukan langsung ke pemegang SOL, model Hyperliquid menghubungkan pendapatan dari bursa perpetuals-nya ke token HYPE melalui buyback dan burn. Perbedaan struktural ini memicu perdebatan di pasar kripto apakah aktivitas jaringan atau penangkapan nilai token secara langsung lebih penting untuk imbal hasil pemegang token.
Pada saat penulisan, Solana menghasilkan hampir dua kali lebih banyak pendapatan aplikasi 24 jam dibanding Hyperliquid. Sebagian besar pendapatan aplikasi Solana mengalir ke aplikasi yang dibangun di atas jaringan, bukan langsung ke pemegang SOL, sehingga aktivitas jaringan tidak otomatis berubah menjadi nilai langsung untuk token SOL. Hyperliquid beroperasi secara berbeda—karena banyak pendapatannya berasal dari bursa perpetuals miliknya sendiri, Hyperliquid mempertahankan hubungan yang lebih langsung dengan token HYPE melalui buyback dan burn.
Pada waktu publikasi, SOL memiliki Open Interest agregat sedikit lebih tinggi sekitar $2,16 miliar dibanding HYPE sebesar $2,06 miliar. Para trader tampaknya menempatkan modal lebih banyak di sekitar kontrak SOL. Untuk token yang lebih baru seperti HYPE, tetap dekat dengan SOL dalam Open Interest merupakan hal yang menonjol. Funding rate SOL bernilai positif ringan di 0,0004, sementara funding rate HYPE bernilai negatif di -0,0009, yang mengisyaratkan posisi HYPE tidak terlalu padat di sisi long.
Dalam grafik harga, HYPE naik hampir 64% selama dua bulan terakhir sementara SOL turun sekitar 15%. Ini menunjukkan kesenjangan performa yang lebar meskipun Solana memimpin dalam pendapatan aplikasi. Pendapatan saja mungkin tidak cukup—investor juga melihat bagaimana pendapatan tersebut menopang token. Untuk SOL, aktivitas jaringan belum berujung pada performa token yang lebih kuat. Pasar memberikan penghargaan pada model HYPE, yang secara langsung meningkatkan nilai token.
Apa perbedaan model pendapatan Solana dan Hyperliquid?
Pendapatan aplikasi Solana terutama mengalir ke aplikasi yang dibangun di atas jaringan, bukan langsung ke pemegang SOL. Pendapatan Hyperliquid berasal dari bursa perpetuals miliknya sendiri dan menghubungkan ke token HYPE melalui buyback dan burn.
Bagaimana performa HYPE dan SOL dalam dua bulan terakhir?
HYPE naik hampir 64% dalam dua bulan terakhir sementara SOL turun sekitar 15%, sehingga menciptakan kesenjangan performa 79 poin persentase meski Solana menghasilkan pendapatan aplikasi yang lebih tinggi.