Komisi Jasa Keuangan (FSC) Korea Selatan akan mempertahankan target pertumbuhan tahunan pinjaman rumah tangga sebesar 1,5% meskipun proyeksi kenaikan PDB, kata Sekretaris-Jenderal FSC Shin Jin-chang dalam pengarahan presiden pada 15. Keputusan ini muncul setelah KB Kookmin Bank secara otonom menurunkan batas penyaluran kredit KPR dari 6 miliar won menjadi 3 miliar won tanpa koordinasi regulasi sebelumnya. Shin menekankan bahwa rasio utang rumah tangga terhadap PDB Korea masih tinggi di kisaran akhir 80% dibanding tingkat pertengahan 60% di ekonomi maju, serta memperingatkan bahwa pelonggaran pengelolaan utang dapat mendorong pasar real estat.
KB Kookmin Bank Menurunkan Batas KPR Secara Otonom
Penurunan terbaru KB Kookmin Bank atas batas penyaluran kredit KPR dari 6 miliar won menjadi 3 miliar won terjadi tanpa koordinasi sebelumnya dengan otoritas keuangan, menurut Shin Jin-chang. "Kookmin Bank memutuskan ini secara otonom, dan sejauh yang kami ketahui bank-bank lain tidak mempertimbangkan menurunkan batas mereka," ujar Shin. Ia menjelaskan bahwa bank memiliki otonomi dalam menetapkan parameter pinjaman, sementara intervensi pemerintah terbatas pada area yang memerlukan pengawasan regulasi. Bank-bank besar lain belum mengumumkan penurunan batas serupa setelah langkah KB.
FSC Mengkaji Rata-Rata Tiga Tahun untuk Perhitungan Bonus Kinerja DSR
FSC sedang menelaah penyesuaian cara bonus kinerja direfleksikan dalam perhitungan Debt Service Ratio (DSR), jelas Shin saat ditanya tentang implikasinya bagi karyawan Samsung Electronics dan SK Hynix. "Jika pendapatan tahun ini naik 30% dibanding tahun lalu, kita tidak mencerminkan semuanya dalam DSR tetapi meratakannya dengan pendapatan tahun lalu," kata Shin. "Niatnya adalah mendistribusikan perhitungan ini selama sekitar tiga tahun." Metodologi saat ini merata-ratakan pendapatan tahun berjalan dengan angka tahun sebelumnya ketika menghitung kapasitas layanan utang peminjam.
Konversi Pinjaman Suku Bunga Tetap Terkendala Suku Bunga Pasar
Kebijakan FSC untuk mengalihkan peminjam dari KPR suku bunga mengambang ke KPR jangka panjang dengan suku bunga tetap menghadapi kendala pasar, kata Shin. "Saat ini, suku bunga pinjaman periode 5 tahun bank berada di kisaran 6%, sementara suku bunga mengambang serendah 4,3%, sehingga sulit untuk mendorong konversi ke suku bunga tetap hanya melalui upaya pemerintah," ujarnya. Pejabat tersebut menyebut selisih suku bunga antara acuan, U.S. Treasuries, obligasi pemerintah domestik, serta penerbitan mortgage-backed securities (MBS) oleh Korea Housing Finance Corporation sebagai hambatan struktural. "Tahun ini bukan situasi di mana kita bisa menggerakkan pergeseran ke suku bunga tetap jangka panjang melalui kebijakan," kata Shin, seraya menambahkan bahwa FSC belum meninggalkan target konversi dan akan mempertahankan perhatian kebijakan berdasarkan kondisi pasar.
FAQ
Mengapa FSC Korea Selatan mempertahankan target pertumbuhan pinjaman rumah tangga 1,5% meski PDB meningkat?
Sekretaris-Jenderal FSC Shin Jin-chang menyatakan bahwa meski pertumbuhan PDB nominal diperkirakan melebihi 10%, penurunan rasio utang rumah tangga terhadap PDB akan terjadi akibat ekspansi PDB, bukan penurunan utang. Rasio Korea tetap tinggi di kisaran akhir 80% dibanding tingkat pertengahan 60% di ekonomi maju, dan pelonggaran pengelolaan utang dapat mendorong pasar real estat.
Apakah otoritas keuangan berkoordinasi dengan KB Kookmin Bank sebelum penurunan batas KPR?
Tidak. Shin Jin-chang mengonfirmasi tidak ada koordinasi sebelumnya antara otoritas dan KB Kookmin Bank terkait penurunan batas KPR dari 6 miliar won menjadi 3 miliar won. Ia menyatakan ini adalah keputusan bank secara otonom, dan bank-bank lain tidak mempertimbangkan penurunan batas serupa.