Korea Selatan Mengusulkan Perluasan Aturan Perjalanan Kripto dan Membatasi VASP Berisiko Tinggi dalam KTT FATF

Menurut pernyataan Financial Intelligence Unit (FIU) pada 22 Juni, Korea Selatan mengusulkan perluasan penerapan aturan perjalanan untuk aset virtual serta pembatasan transaksi dengan high-risk VASP tak terdaftar (penyedia layanan aset virtual) pada sidang pleno FATF ke-34 yang diselenggarakan pada 15–19 Juni di Paris.

FIU mendesak negara anggota FATF untuk memperluas kepatuhan terhadap aturan perjalanan ke semua transaksi aset digital lintas batas, termasuk transfer di bawah 1 juta won Korea, serta memperkuat uji tuntas nasabah untuk VASP tak terdaftar dan offshore. Korea Selatan akan menerapkan langkah-langkah ini melalui amandemen pada undang-undang informasi keuangan spesifiknya yang dijadwalkan pada Agustus 2026, yang memperluas persyaratan aturan perjalanan di bawah ambang 1 juta won sebelumnya dan memberlakukan kewajiban anti pencucian uang pada transfer bursa ke luar negeri.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar