Berdasarkan data Pasar Obligasi Seoul, imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan turun sedikit pada pagi 28 Juli ketika sentimen risk-off menyapu pasar. Imbal hasil acuan 3 tahun turun 2,3 basis poin menjadi 3,844%, sementara imbal hasil 10 tahun turun 1,5 bp menjadi 4,315% dan imbal hasil 30 tahun melemah 0,1 bp menjadi 4,568%.
Penurunan ini terjadi setelah harga minyak internasional anjlok selama dua hari, menyusul penghentian pertukaran militer AS dan Iran, yang memicu aksi jual besar-besaran pada saham Korea Selatan. Indeks KOSPI merosot 9,12% dan KOSDAQ turun 7,24%, dengan pemicu penghentian perdagangan (circuit breakers) diaktifkan ketika Samsung Electronics turun lebih dari 10% dan SK Hynix melemah lebih dari 12%. Para analis menyebut keputusan kebijakan The Federal Reserve AS—yang dijadwalkan diumumkan dalam dua hari—sebagai faktor utama yang membatasi arah pergerakan pasar lebih lanjut.