Menurut Chosun Biz, pada 16 Juli, pasar saham Korea Selatan mengalami aksi jual tajam akibat kekhawatiran apakah perusahaan-perusahaan big tech AS akan terus melanjutkan lonjakan investasi artificial intelligence. Indeks KOSPI turun 6,37% menjadi 6.820,60, sementara SK Hynix anjlok 11% dan Samsung Electronics melemah 8%. ADR SK Hynix juga ditutup turun 9% di New York Stock Exchange.
Investor individu merespons volatilitas dengan cara yang berbeda-beda. Sebagian memanfaatkan penurunan sebagai peluang untuk membeli dan menambah posisi di sektor semikonduktor, sementara yang lain mengambil keuntungan atau menambah kepemilikan kas untuk bersiap menghadapi gejolak berikutnya. Analis sekuritas mengatakan siklus AI masih jauh dari selesai, tetapi memperingatkan bahwa hasil dari Microsoft, Meta, Alphabet, dan Amazon—yang dijadwalkan rilis pada akhir bulan ini—akan menjadi penentu apakah hyperscaler AS akan mempertahankan rencana belanja modal mereka.