Saham SpaceX: Analis LS Securities Soroti Strategi StarMind Data Center Orbital

SPCX-4,41%

SpaceX, yang terdaftar di Nasdaq dengan harga 135 dolar AS per saham dan valuasi pasar 1,77 triliun dolar AS (sekitar 2.700 triliun won), mengalami kenaikan 7,2% pada 29 Mei di tengah volatilitas ekstrem pasca-IPO. Hal ini mendorong peneliti senior LS Securities, Lee Jae-kwang, menganalisis prospek saham perusahaan serta strategi keuangan CEO Elon Musk dalam kanal YouTube “투자360” milik Herald Economy. Lee mengaitkan turbulensi tersebut dengan masa penyeimbangan sementara yang lazim terjadi pada penawaran umum perdana, sambil menegaskan bahwa SpaceX—yang didirikan pada 2002 dengan lebih dari 20 tahun sejarah operasional—seharusnya dinilai sebagai perusahaan infrastruktur matang, bukan startup. Analisis menyoroti penerbitan obligasi korporasi senilai 20 miliar dolar AS milik SpaceX sebagai langkah refinancing utang yang diperhitungkan untuk menghapus kewajiban berbunga tinggi yang diwarisi dari merger xAI (mantan Twitter), serta menekankan pengajuan merek dagang pusat data ruang angkasa StarMind pada 22 Juni sebagai pergeseran strategis menuju infrastruktur komputasi orbital.

SpaceX Menerbitkan $20B Obligasi untuk Membiayai Ulang Utang Merger xAI

Lee Jae-kwang menjelaskan bahwa penerbitan obligasi korporasi SpaceX senilai 20 miliar dolar AS bukan tanda tekanan keuangan, melainkan operasi refinancing strategis. Perusahaan menanggung sekitar utang berbunga tinggi 10% melalui merger dengan perusahaan AI xAI (dulu Twitter). Lee mengatakan, “Ini bukan peminjaman karena kekurangan dana, melainkan refinancing normal untuk menghapus risiko bunga tinggi, jadi ini bukan sinyal negatif.”

SpaceX Mengamankan Kontrak Data Center $26B Tahunan dengan Anthropic dan Google

Menjawab kekhawatiran valuasi—rasio harga terhadap penjualan (PSR) SpaceX mencapai hampir 100x berdasarkan pendapatan 2023 sekitar 18,7 miliar dolar AS—Lee menyoroti aliran pendapatan yang belum diungkap. SpaceX memperoleh pusat data AI terbesar di dunia berdaya 1 gigawatt (GW) “Colossus” melalui merger xAI. Pada Mei, perusahaan menandatangani kontrak sewa tahunan data center senilai 15 miliar dolar AS dengan Anthropic, lalu kontrak tahunan senilai 11 miliar dolar AS dengan Google (berbasis Gemini) pada Juni. Lee menekankan, “Pasar tidak boleh mengabaikan fakta bahwa SpaceX mengamankan data center AI kelas 1GW, yang terbesar di dunia, melalui merger.”

SpaceX Mengajukan Merek Dagang StarMind untuk Pusat Data Orbital pada 22 Juni

Lee mengidentifikasi “Starship” dan “StarMind” sebagai dua kata kunci yang menentukan masa depan SpaceX setelah IPO. StarMind adalah merek dagang pusat data ruang angkasa yang diajukan SpaceX pada 22 Juni. Konsepnya melibatkan pemasangan GPU atau TPU pada satelit orbital untuk menjalankan operasi komputasi, sekaligus mengatasi keterbatasan ruang angkasa dan daya di darat. Lingkungan ruang angkasa memungkinkan pembangkitan listrik tenaga surya 24 jam dan pendinginan alami dari radiasi, sehingga memberikan keunggulan biaya. Lee menjelaskan bahwa penerapan pusat data orbital 1GW akan memerlukan 200 peluncuran Starship v3, tetapi hanya 100 peluncuran (sekitar 2 miliar dolar AS biaya) dengan versi v4 yang sudah selesai. Ia menambahkan, “Meskipun para pesaing bahkan tidak bisa menyusul Falcon 9, moat monopolis Starship akan sulit untuk ditembus.”

LS Securities Merekomendasikan Strategi Investasi Jangka Panjang untuk Saham SpaceX

Lee menyarankan untuk tidak melakukan trading spekulatif jangka pendek pada saham SpaceX. Ia mengatakan, “Investasi bergaya judi yang bertujuan memanfaatkan selisih harga jangka pendek seharusnya dihindari,” seraya merekomendasikan pendekatan “companion stock” dengan akumulasi jangka panjang sebagai strategi paling bijak.

FAQ

Mengapa SpaceX menerbitkan obligasi korporasi senilai 20 miliar dolar AS setelah IPO?

SpaceX menerbitkan 20 miliar dolar AS dalam obligasi korporasi untuk membiayai ulang utang berbunga tinggi (sekitar tingkat 10%) yang diwarisi dari merger xAI. Peneliti LS Securities Lee Jae-kwang menggambarkannya sebagai refinancing normal untuk menghilangkan risiko bunga tinggi, bukan tanda kelemahan finansial.

Apa proyek StarMind SpaceX yang diajukan pada 22 Juni?

StarMind adalah merek dagang pusat data ruang angkasa yang diajukan SpaceX pada 22 Juni. Sistem ini melibatkan pemasangan GPU atau TPU pada satelit orbital untuk melakukan operasi komputasi, dengan memanfaatkan tenaga surya dan pendinginan alami dari radiasi. Menjalankan pusat data orbital 1GW akan memerlukan 100 peluncuran Starship v4 dengan biaya sekitar 2 miliar dolar AS.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar