Tether Membekukan 131 Alamat Dompet USDT yang Terkait dengan ISIS-K di TRON

TRX0,03%

Tether telah membekukan USDT yang disimpan di 131 alamat dompet TRON yang terkait dengan Islamic State Khorasan Province, juga dikenal sebagai ISIS-K, menyusul putaran baru sanksi yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan AS. Tindakan ini terjadi setelah Office of Foreign Assets Control, atau OFAC, menambahkan total 134 alamat dompet cryptocurrency yang terhubung dengan kelompok tersebut ke daftar sanksinya. Penetapan tersebut mencakup 131 dompet TRON dan tiga alamat Monero.

Tindakan penegakan hukum terbaru ini menyoroti koordinasi yang semakin meningkat antara perusahaan analitik blockchain, penerbit stablecoin, dan lembaga pemerintah untuk mengganggu pendanaan teroris melalui aset digital. Menurut Chainalysis, dompet TRON yang terkena sanksi secara kolektif menerima lebih dari 1,4 juta dolar AS dalam bentuk cryptocurrency sejak tahun 2023, sementara mengirim sekitar 880 ribu dolar AS selama periode yang sama.

Sanksi Target Pendanaan Teror

Tether merespons dengan membekukan seluruh saldo USDT yang terkait dengan 131 alamat TRON yang terkena sanksi. Langkah ini mencegah dana tersebut ditransfer atau ditebus, memperkuat kebijakan perusahaan untuk memblokir dompet yang terhubung dengan entitas yang terkena sanksi dan organisasi kriminal.

Sanksi terbaru dari Departemen Keuangan mewakili salah satu tindakan terkoordinasi terbesar yang menargetkan dompet cryptocurrency yang terkait dengan pendanaan teroris. Dimasukkannya alamat Monero juga mencerminkan meningkatnya perhatian regulator terhadap cryptocurrency yang berfokus pada privasi yang dapat membuat penyelidikan keuangan menjadi lebih menantang.

Dorongan Kepatuhan yang Lebih Luas

Pengumuman sanksi juga mencakup tindakan penegakan hukum terpisah terhadap individu dan perusahaan yang diduga terkait dengan Primeiro Comando da Capital Brasil, atau PCC, yang dituduh oleh otoritas menggunakan cryptocurrency untuk memindahkan lebih dari 30 juta dolar AS dalam hasil ilegal.

Tindakan terbaru ini menggarisbawahi peran intelijen blockchain yang semakin meluas dalam penegakan sanksi. Jaringan blockchain publik memungkinkan penyelidik untuk melacak aliran transaksi, sementara penerbit stablecoin seperti Tether tetap memiliki kemampuan teknis untuk membekukan token yang terkait dengan dompet yang terkena sanksi.

Seiring regulator terus memperkuat pengawasan terhadap aset digital, bursa cryptocurrency dan penyedia layanan diharapkan untuk meningkatkan pemindaian alamat dompet terhadap daftar sanksi. Upaya terkoordinasi ini juga menandakan bahwa stablecoin tetap menjadi fokus utama dalam perang melawan keuangan ilegal, terutama karena mereka terus memainkan peran dominan dalam transaksi cryptocurrency global.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar