Menurut MarketWatch, pada 17 Juni Presiden Trump menandatangani nota kesepahaman AS-Iran yang menetapkan kerangka kerja untuk perdamaian. Perjanjian tersebut mencakup gencatan senjata segera, pembukaan kembali jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, serta jendela 60 hari untuk negosiasi nuklir yang lebih luas. Iran saat ini menampung sekitar 150 juta barel minyak dalam penyimpanan lepas pantai yang menunggu ekspor.
Harga minyak dan imbal hasil Treasury AS turun setelah kesepakatan, menciptakan lingkungan keuangan yang lebih longgar bagi pasar ekuitas. Analis pasar menilai de-eskalasi sebagai sinyal positif bagi saham, terutama investasi terkait teknologi dan reindustrialisasi AS, meski emas menghadapi tekanan karena imbal hasil yang melemah dan premi risiko geopolitik yang berkurang.