Asosiasi Nasional Pembangun Rumah (NAHB) mengumumkan pada 16 Juli waktu setempat bahwa Indeks Pasar Perumahan AS (HMI) turun 2 poin menjadi 34 pada Juli, meleset dari ekspektasi pasar 35. Penurunan ini mencerminkan tantangan keterjangkauan yang terus berlanjut, dipicu oleh tingginya suku bunga KPR, mahalnya lahan, meningkatnya biaya material, serta kekurangan tenaga kerja terampil yang belum mereda, menurut Kepala Ekonom NAHB Robert Dietz. Ini menandai bulan ke-15 berturut-turut ketika indeks tersebut tetap berada di bawah 40, rekor terpanjang sejak 2012, yang menunjukkan pesimisme yang berkelanjutan di kalangan pembangun rumah terhadap pasar perumahan keluarga tunggal.
Indeks Pasar Perumahan NAHB Turun ke 34 pada Juli
Indeks Pasar Perumahan NAHB turun 2 poin dari bulan sebelumnya menjadi 34 pada Juli. Ekspektasi pasar, yang dipantau oleh Yonhap Infomax (nomor layar 8808), adalah 35. Indeks ini mencerminkan persepsi para pembangun rumah terhadap kondisi penjualan saat ini dan ekspektasi mereka terhadap penjualan selama enam bulan ke depan di pasar perumahan keluarga tunggal yang baru. Angka di bawah 50 menunjukkan pesimisme terhadap pasar perumahan, sementara angka di atas 50 menunjukkan optimisme.
Sub-Indeks Menunjukkan Penurunan di Penjualan Saat Ini dan Masa Depan
Indeks kondisi penjualan saat ini tercatat 37, turun 1 poin dari bulan sebelumnya. Indeks yang mengukur ekspektasi penjualan untuk enam bulan ke depan turun 2 poin menjadi 43. Indeks arus lalu lintas calon pembeli, yang menunjukkan aliran calon pembeli potensial, juga turun 2 poin menjadi 23.
Ekonom NAHB Menyebut Keterjangkauan sebagai Tantangan Utama
Kepala Ekonom NAHB Robert Dietz menyatakan, "Dengan HMI yang tetap berada di bawah 40 selama 15 bulan berturut-turut, keterjangkauan perumahan masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi industri pembangunan rumah. Suku bunga KPR yang tinggi, lahan yang mahal, biaya material yang terus meningkat, dan kekurangan tenaga kerja terampil yang berkelanjutan terus berdampak pada pasar."
FAQ
Apa yang dicatat oleh Indeks Pasar Perumahan NAHB pada Juli?
NAHB mengumumkan pada 16 Juli waktu setempat bahwa Indeks Pasar Perumahan turun 2 poin menjadi 34 pada Juli, di bawah ekspektasi pasar 35.
Mengapa sentimen pembangun rumah AS tetap lemah?
Menurut Kepala Ekonom NAHB Robert Dietz, tantangan keterjangkauan perumahan yang didorong oleh suku bunga KPR yang tinggi, lahan yang mahal, meningkatnya biaya material, dan kekurangan tenaga kerja terampil yang berkelanjutan terus membebani industri. Indeks tersebut tetap di bawah 40 selama 15 bulan berturut-turut, rekor terpanjang sejak 2012.