Menurut The New York Times dan Politico, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett pada Rabu mengusulkan agar pemerintah AS menerapkan tinjauan pra-rilis ala FDA untuk model AI. Menjelang Kamis, seorang pejabat senior mengatakan pernyataan Hassett telah diambil di luar konteks, dengan menyatakan bahwa pemerintahan ingin menjalin “kemitraan” dengan perusahaan, bukan “regulasi pemerintah”. Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles memposting di X bahwa pemerintah tidak akan “memilih pemenang dan pecundang”.
Meski retorikanya lebih lunak, langkah kebijakan terus berlanjut. Pusat Standar dan Inovasi AI Kementerian Perdagangan (CAISI) minggu ini memperluas kesepakatan penilaian pra-sukarela dengan menambahkan Google DeepMind, Microsoft, dan xAI, menyusul kesepakatan yang sudah ada dengan OpenAI dan Anthropic. Menurut tiga sumber yang mengetahui masalah ini, Gedung Putih sedang membahas penilaian awal model oleh badan intelijen sebelum rilis publik agar badan-badan AS dapat mempelajari dan memanfaatkan kemampuan baru sebelum lawan seperti Rusia dan China.