Sebuah bridge cross-chain yang dioperasikan oleh protokol decentralized finance AFX mengalami pelanggaran keamanan besar setelah seorang penyerang menguras sekitar 24,15 juta dolar AS dalam USDC, sekaligus menjadi salah satu eksploitasi kripto terbesar yang tercatat bulan ini. Insiden tersebut terjadi pada 22 Juli dan dideteksi oleh perusahaan keamanan blockchain Blockaid, yang mengatakan kerentanan tersebut terbatas pada infrastruktur bridge milik AFX, bukan pada jaringan Arbitrum yang mendasarinya.
Eksploit ini menambah daftar panjang insiden keamanan terkait bridge yang terus menguji kepercayaan terhadap decentralized finance. Sementara penyelidik terus melacak aset yang dicuri, penyebab teknis pasti dari eksploit tersebut belum diumumkan secara publik.
Penyerang Memindahkan Dana ke Ethereum
Menurut peneliti keamanan blockchain, penyerang dengan cepat memindahkan USDC hasil curian dari Arbitrum ke Ethereum sebelum menukarkan aset tersebut menjadi sekitar 12.467 ETH. Pelacakan on-chain menunjukkan dana hasil konversi dihimpun ke satu dompet Ethereum, yang mengindikasikan penyerang bertindak cepat untuk mengurangi risiko pembekuan aset atau upaya pemulihan.
Tim keamanan telah memantau aktivitas dompet sambil berkoordinasi dengan peserta ekosistem untuk menilai insiden tersebut. Hingga saat penulisan, belum ada konfirmasi bahwa dana hasil curian apa pun telah dipulihkan atau dibekukan.
Serangan menargetkan bridge milik AFX yang bersifat proprietary, bukan infrastruktur inti Arbitrum. Akibatnya, jaringan Layer 2 yang lebih luas tetap beroperasi normal meski terjadi eksploit.
Tekanan yang Meningkat pada Keamanan DeFi
Kebocoran terbaru ini menegaskan risiko yang terus berulang di sekitar cross-chain bridge, yang tetap menjadi target menarik karena sering kali menyimpan kumpulan besar aset digital sekaligus menghubungkan beberapa jaringan blockchain.
Insiden AFX juga mendorong kerugian peretasan kripto Juli menjadi sekitar 97 juta dolar AS, melampaui sekitar 75 juta dolar AS yang tercatat pada Juni. Peningkatan kerugian menunjukkan bahwa keamanan bridge masih menjadi salah satu tantangan paling mendesak di industri ini, meskipun investasi terus dilakukan untuk audit, alat pemantauan, dan deteksi ancaman secara real-time.
Pelaku pasar kini akan menunggu pembaruan lebih lanjut dari AFX terkait akar penyebab eksploit, potensi upaya pemulihan, dan rencana kompensasi apa pun bagi pengguna yang terdampak. Insiden ini menjadi pengingat lain bahwa keamanan operasional tetap menjadi perhatian kritis saat protokol decentralized finance memperluas fungsionalitas cross-chain.