Menurut analis Hyundai Securities, Kim Jae-seung, Alphabet akan merilis laporan laba kuartal kedua setelah penutupan pasar AS pada 23 Juli (dini hari waktu Korea 24 Juli). Fokus pasar berpusat pada tiga metrik kunci: momentum pendapatan iklan, percepatan pertumbuhan Google Cloud, serta kemungkinan revisi naik panduan belanja modal (capital expenditure).
Google Cloud mencatat pertumbuhan 63,4% year-over-year pada Q1, dengan ekspektasi pasar pada level yang sama untuk Q2. Pendapatan Cloud terus mengungguli ekspektasi sejak Q2 2025. Secara terpisah, segmen iklan—yang menyumbang 73% dari total pendapatan Alphabet—tetap menjadi hal krusial karena perusahaan terus melakukan investasi modal berskala besar. Para analis memantau apakah panduan CAPEX untuk 2027 dapat melampaui 300 miliar dolar AS, yang menandakan adanya permintaan berkelanjutan dari hyperscaler.