Tesla akan merilis laporan laba Q2 pada 22 Juli (waktu setempat), dengan analis Wall Street memprioritaskan strategi robotaxi dan robot humanoid Tesla ketimbang metrik penjualan mobil listrik konvensional. Angka pengiriman kendaraan terbaru melampaui ekspektasi pasar, menandakan adanya pemulihan di bisnis otomotif, namun investor memandang layanan robotaxi dan robot humanoid Optimus sebagai variabel utama yang menentukan nilai perusahaan Tesla. Rapat pendapatan ini merupakan yang pertama sejak SpaceX go public pada Juni, sehingga memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan kolaborasi atau skenario merger di antara dua entitas yang dipimpin Musk.
Analis Wall Street Mengalihkan Fokus ke Strategi Physical AI
Menurut Business Insider, bank investasi besar mengidentifikasi ekspansi layanan robotaxi sebagai titik pengamatan utama menjelang pengumuman laba Tesla pada 22 Juli. Bank of America mempertahankan peringkat “Buy” dan target harga $391 sambil menyoroti rencana ekspansi layanan robotaxi serta produksi Optimus. BofA menyatakan Tesla memperluas layanan robotaxi ke pasar baru dan meningkatkan operasi kendaraan di Texas, dengan mencatat pengiriman kendaraan Q2 melampaui ekspektasi pasar serta pangsa pasar global baterai listrik kendaraan (BEV) yang terus bertumbuh.
Morgan Stanley menurunkan target harganya sedikit dari $417 menjadi $415, namun tetap mempertahankan peringkat “Overweight”. Analis Andrew Percoco menyatakan bahwa meski perbaikan pada bisnis otomotif dan energi bersifat positif, robotaxi dan Optimus humanoid robot tetap menjadi penggerak utama yang menentukan harga saham. Ia menambahkan bahwa kemajuan pada bisnis terkait diharapkan berlanjut, tetapi kisah pertumbuhan baru yang cukup untuk menilai ulang harga saham belum akan disajikan.
Bank Investasi Merilis Target Harga Spesifik dan Prakiraan Capex
Oppenheimer menyoroti skala belanja modal besar yang diperlukan untuk strategi “Physical AI” Tesla. Perusahaan menaikkan prakiraan capex Tesla 2026 dari $18 miliar menjadi $20 miliar, dengan menyatakan bahwa perusahaan akan secara agresif memperluas kapasitas produksi untuk membangun siklus pembelajaran bagi desain produk berbasis AI, proses manufaktur, dan integrasi perangkat lunak. Oppenheimer memproyeksikan bahwa investor akan mulai memandang skala capex sebagai indikator utama daya saing Physical AI.
Barclays mengakui adanya perbaikan pada bisnis otomotif, tetapi menilai bahwa pasar saat ini memberikan valuasi lebih tinggi pada bisnis pertumbuhan masa depan Tesla berbasis AI dibanding pendapatan otomotif yang sudah ada. Perusahaan menekankan bahwa robotaxi, Full Self-Driving (FSD), dan Optimus humanoid robot menjadi inti dari nilai perusahaan.
Cantor Fitzgerald mempertahankan prospek paling optimistis dengan target harga $510. Perusahaan menilai robotaxi dan kendaraan otonom khusus Cybercab sebagai bisnis berprofit tinggi berbasis model Software-as-a-Service (SaaS), serta memperkirakan ekspansi skala yang cepat setelah komersialisasi akan mengamankan pangsa pasar yang signifikan.
FAQ
Apa fokus utama analis Wall Street menjelang laba Q2 Tesla pada 22 Juli?
Analis Wall Street memprioritaskan strategi robotaxi dan robot humanoid Optimus Tesla ketimbang metrik penjualan electric vehicle tradisional. Bank investasi besar termasuk Bank of America, Morgan Stanley, dan Oppenheimer mengidentifikasi ekspansi layanan robotaxi serta pengembangan Physical AI sebagai variabel inti yang menentukan nilai perusahaan Tesla, meskipun angka pengiriman kendaraan terbaru melampaui ekspektasi pasar.
Target harga spesifik apa yang ditetapkan bank investasi untuk saham Tesla?
Bank of America mempertahankan peringkat “Buy” dengan target harga $391. Morgan Stanley menurunkan targetnya dari $417 menjadi $415 sambil mempertahankan peringkat “Overweight”. Cantor Fitzgerald mempertahankan prospek paling optimistis pada $510. Oppenheimer menaikkan prakiraan belanja modal Tesla 2026 dari $18 miliar menjadi $20 miliar untuk mendukung pengembangan infrastruktur Physical AI.