Ketergantungan Asia pada Bahan Bakar Fosil Memicu Risiko Geopolitik Jangka Panjang, Kata Vanda Insights

Menurut Vanda Insights pada 22 Juli, ketergantungan Asia pada impor bahan bakar fosil akan membuat kawasan itu menghadapi risiko geopolitik yang berkepanjangan. Vandana Hari, pendiri perusahaan konsultan energi di Singapura, mencatat bahwa sekitar 90% konsumsi energi primer Asia saat ini berasal dari minyak, gas alam, dan batu bara. Dengan permintaan energi yang terus meningkat dan sedikit temuan sumber daya bahan bakar baru yang besar, perekonomian Asia kemungkinan akan tetap bergantung pada pasokan dari luar negeri. Hari menyatakan bahwa “memperdalam ketergantungan impor berpadanan dengan ketergantungan geopolitik dan paparan terhadap risiko-risiko geopolitik,” menambahkan bahwa “kita sedang berada dalam periode turbulensi geopolitik yang akan berlangsung selama puluhan tahun, setidaknya beberapa tahun.” Biaya impor energi menyumbang 3% hingga 6% dari PDB di Vietnam, Jepang, Indonesia, dan India pada 2025.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar