Alphabet, Microsoft, dan Amazon menghabiskan $450 miliar untuk infrastruktur AI tahun lalu, lapor The Economist pada 28 Mei waktu setempat. Perkiraan belanja mencapai $900 miliar tahun ini dan $1,4 triliun pada 2027, dengan Big Tech meminjam lebih dari $400 miliar tahun ini untuk mendanai pembangunan. Lonjakan investasi ini menandai gelombang belanja modal terbesar dalam sejarah. Namun, untuk dapat membenarkan pengeluaran sebesar itu, diperlukan sekitar $2,5 triliun pendapatan tahunan terkait AI, sementara pendapatan layanan AI global diperkirakan hanya $150 miliar hingga $220 miliar per tahun per firma konsultan Exponential View yang dikutip The Economist, sehingga memunculkan kekhawatiran profitabilitas.
Big Tech AI Spending Mencapai Skala Historis
Alphabet, Microsoft, dan Amazon berinvestasi $450 miliar untuk infrastruktur AI tahun lalu. Ketiga perusahaan diproyeksikan menghabiskan $900 miliar tahun ini dan $1,4 triliun pada 2027, menurut The Economist. Perusahaan Big Tech meminjam lebih dari $400 miliar tahun ini untuk membiayai belanja modal infrastruktur AI. Booming investasi infrastruktur AI ini melambangkan peningkatan skala belanja modal terbesar dalam sejarah.
Pendapatan Layanan AI Global Kurang dari Kebutuhan Investasi
Skala investasi besar ini membutuhkan sekitar $2,5 triliun pendapatan tahunan terkait AI untuk membenarkan belanja tersebut. Namun, menurut firma konsultan Exponential View yang dikutip The Economist, pendapatan tahunan layanan AI global diperkirakan hanya $150 miliar hingga $220 miliar. Langganan berbayar dari konsumen individu masih terbatas. Pendapatan besar harus datang dari pasar business-to-business, tetapi untuk mencapai level pendapatan senilai triliunan dolar akan memakan waktu, catat The Economist.
Adopsi AI Perusahaan Masih Terbatas dalam Praktik
Sekitar 20 hingga 30 persen perusahaan di Amerika Serikat dan Inggris menggunakan AI dalam operasi mereka, tetapi sebagian besar bergantung pada layanan gratis atau model open-source Tiongkok, bukan layanan berbayar, lapor The Economist. Survei Bank Sentral Eropa menemukan hanya 10 persen perusahaan di kawasan euro yang menggunakan AI melaporkan 'pemakaian intensif'. Rata-rata waktu penggunaan AI mingguan di kalangan eksekutif AS adalah 1,7 jam. Kebanyakan perusahaan belum mengadopsi AI sebagai teknologi inti.
Peneliti BIS Memperingatkan Sepertiga Investasi AI Mungkin Tidak Menghasilkan Imbal Hasil
Peneliti Bank for International Settlements Phurichai Rungcharoenkitkul mencatat bahwa penggunaan AI yang benar-benar diukur melalui konsumsi token tumbuh lebih cepat daripada pendapatan, tetapi sebagian besar merupakan investasi 'kompetisi zero-sum' untuk merebut pelanggan. Kapasitas komputasi yang meningkat digunakan untuk mengambil pelanggan kompetitor, bukan menciptakan pasar baru. Sedikitnya sepertiga dari total investasi kemungkinan besar tidak akan menghasilkan imbal hasil yang memuaskan, tambahnya. The Economist mencatat bahwa agar investasi AI berujung pada hasil yang benar-benar nyata, perusahaan harus mencapai peningkatan produktivitas yang drastis atau mendukung investasi infrastruktur dengan 'investasi aset tak berwujud' yang merombak proses kerja dan budaya organisasi. Namun, investasi modal organisasi korporasi AS saat ini stagnan atau menurun, menunjukkan bahwa AI masih punya jalan panjang sebelum benar-benar meresap ke ekonomi yang lebih luas.
FAQ
Berapa banyak Alphabet, Microsoft, dan Amazon menghabiskan dana untuk infrastruktur AI tahun lalu?
Ketiga perusahaan menghabiskan $450 miliar untuk infrastruktur AI tahun lalu, menurut laporan The Economist pada 28 Mei waktu setempat. Perkiraan belanja mencapai $900 miliar tahun ini dan $1,4 triliun pada 2027.
Berapa kesenjangan pendapatan antara kebutuhan investasi AI dan pendapatan layanan AI aktual?
Untuk membenarkan belanja AI saat ini, diperlukan sekitar $2,5 triliun pendapatan tahunan terkait AI. Namun, pendapatan tahunan layanan AI global diperkirakan hanya $150 miliar hingga $220 miliar per tahun menurut firma konsultan Exponential View yang dikutip The Economist.
Seberapa luas perusahaan menggunakan AI dalam operasinya?
Sekitar 20 hingga 30 persen perusahaan AS dan Inggris menggunakan AI, tetapi sebagian besar menggunakan model gratis atau open-source. Survei Bank Sentral Eropa menemukan hanya 10 persen perusahaan di kawasan euro yang menggunakan AI melaporkan 'pemakaian intensif', dan rata-rata waktu penggunaan AI mingguan di kalangan eksekutif AS adalah 1,7 jam.