Kepolisian Daerah Incheon, Satuan Investigasi Kejahatan Ekonomi Anti-Korupsi, pada 27 Juli melakukan penggeledahan dan penyitaan di kediaman mantan Wali Kota Incheon, Yoo Jeong-bok, serta kantor bagian umum Pemerintah Kota Incheon untuk menyelidiki dugaan kasus “menyembunyikan aset virtual” yang melibatkan dirinya selama pemilihan kepala daerah 6·3. Polisi menyita perangkat terkait seperti ponsel dan komputer. Pasangan Yoo Jeong-bok dituduh memindahkan 21.000 aset virtual yang mereka miliki ke bursa luar negeri.
Rangkaian tindakan penggeledahan yang spesifik: mencari kediaman dan kantor pemerintah kota, serta menyita ponsel dan komputer
Satuan Investigasi Kejahatan Ekonomi Anti-Korupsi Kepolisian Daerah Incheon pada 27 Juli menurunkan penyidik untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan di kediaman mantan wali kota Yoo Jeong-bok serta kantor bagian umum Pemerintah Kota Incheon. Dalam operasi ini, polisi menyita perangkat seperti ponsel dan komputer sebagai bukti kunci dalam penyelidikan. Polisi telah memanggil dan memeriksa mantan wali kota Yoo Jeong-bok dan istrinya, Nyonya Choi, sekaligus melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak terkait dari wali kota Incheon petahana, Park Chan-dae.
Inti tuduhan: 21.000 aset virtual dipindahkan ke bursa luar negeri
Menurut laporan Yonhap, pasangan mantan wali kota Yoo Jeong-bok didakwa menyembunyikan aset virtual selama pemilihan kepala daerah 6·3, dengan rincian tuduhan sebagai berikut:
· Memindahkan 21.000 aset virtual yang dimiliki (jenis mata uangnya tidak diungkapkan) ke bursa luar negeri
· Secara sengaja menghilangkan aset tersebut dalam laporan deklarasi kekayaan kandidat pemilihan kepala daerah
· Pada 2 Juni 2026, Komisi Pemilihan Nasional menetapkan bahwa jumlah kekayaan yang dilaporkan kurang sekitar 78 juta won Korea, lalu mengeluarkan pemberitahuan koreksi
Garis waktu peristiwa: dari pengaduan sebelum pemilihan hingga pemberitahuan koreksi pada 2 Juni
Urutan waktu kasus ini adalah sebagai berikut: Komite Strategi Pemilihan Wali Kota Incheon (Park Chan-dae) melaporkan ke polisi sekitar 10 hari sebelum pemilihan kepala daerah 6·3. Setelah itu, Komisi Pemilihan Kota Incheon mengajukan berkas pengaduan tambahan dengan alasan dugaan pelanggaran undang-undang pemilu. Pada 2 Juni (sehari sebelum pemilihan), Komisi Pemilihan Nasional menetapkan bahwa kekayaan yang dilaporkan Yoo Jeong-bok kurang sekitar 78 juta won Korea dibanding kenyataannya, lalu mengeluarkan pemberitahuan koreksi. Pada 27 Juli, Satuan Investigasi Kejahatan Ekonomi Anti-Korupsi Kepolisian Daerah Incheon melakukan penggeledahan terhadap kediaman dan kantor pemerintahan kotanya, serta menyita bukti terkait.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa dasar hukum utama untuk penggeledahan kali ini?
Menurut informasi dari kepolisian, dasar untuk penyelidikan dalam penggeledahan kali ini adalah dugaan pelanggaran Undang-Undang Pemilihan Umum untuk Jabatan Publik Korea Selatan. Tuduhannya adalah pasangan mantan Wali Kota Incheon, Yoo Jeong-bok, secara sengaja menghilangkan 21.000 aset virtual dalam laporan kekayaan kandidat pemilihan kepala daerah 6·3, sehingga menimbulkan ketidakakuratan dalam laporan kekayaan pemilihan. Komisi Pemilihan Kota Incheon juga telah mengajukan berkas pengaduan terkait dugaan pelanggaran undang-undang pemilu.
Kapan pemberitahuan koreksi dari Komisi Pemilihan Nasional diterbitkan?
Komisi Pemilihan Nasional pada 2 Juni 2026 (sehari sebelum pemilihan kepala daerah 6·3) menetapkan bahwa jumlah aset yang dicantumkan Yoo Jeong-bok dalam materi kampanye kurang sekitar 78 juta won Korea dari yang sebenarnya, lalu segera menerbitkan pemberitahuan koreksi. Penetapan ini terjadi setelah Komite Strategi Pemilihan Wali Kota Incheon dan Komisi Pemilihan Nasional secara berurutan mengajukan berkas pengaduan.
Dalam kasus ini, apakah jenis mata uang spesifik dari 21.000 aset virtual telah diungkap?
Berdasarkan laporan yang ada saat ini, polisi maupun Yonhap belum mengungkapkan jenis mata uang spesifik dari 21.000 aset virtual yang menjadi perkara. Ini merupakan batasan dari informasi publik saat ini, dan jenis mata uangnya akan bergantung pada pengumuman resmi berikutnya.