Pemberontak Houthi Mendeklarasikan Blokade Maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Januari

Pemberontak Houthi yang didukung Iran menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Januari (waktu setempat), menurut Yonhap News. Juru bicara Houthi Yahya Saree mengumumkan langkah itu berlaku segera berdasarkan prinsip “mata ganti mata” terhadap apa yang ia sebut “negara kriminal” para musuh Arab Saudi. Blokade tersebut menanggapi penutupan pelabuhan dan bandara yang dikuasai Houthi oleh Arab Saudi, serta serangan pekan lalu terhadap bandara Sanaa, dengan Saree menekankan, “kami akan membalas blokade dengan blokade.” Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah penutupan Selat Hormuz akibat konfrontasi militer AS-Iran, sehingga memunculkan kekhawatiran akan potensi gangguan terhadap Selat Bab el-Mandeb—jalur penting bagi ekspor minyak Arab Saudi yang mewakili sekitar 7% pasokan petroleum global.

Pemberontak Houthi Mengumumkan Blokade Maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Januari

Yahya Saree, juru bicara pemberontak Houthi, mengumumkan pada 20 Januari (waktu setempat) bahwa kelompok tersebut memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Saree menyatakan blokade itu berlaku segera, dan menyatakannya berdasarkan prinsip “mata ganti mata” terhadap lawan-lawan Arab Saudi. Gerakan Houthi yang didukung Iran membingkai tindakan tersebut sebagai langkah balasan langsung atas pembatasan berkelanjutan Arab Saudi terhadap infrastruktur yang dikuasai Houthi.

Pembalasan atas Blokade Arab Saudi dan Serangan Bandara Sanaa

Saree menyebut blokade itu sebagai pembalasan atas penutupan pelabuhan dan bandara yang dikuasai Houthi oleh Arab Saudi, serta serangan pekan lalu terhadap bandara Sanaa. Juru bicara Houthi menekankan, “kami akan membalas blokade dengan blokade.” Para pemberontak menuduh Arab Saudi melakukan pengeboman bandara Sanaa pada 13 Januari, yang mendorong kelompok Houthi menyerang bandara-bandara di wilayah Arab Saudi dan mengakhiri gencatan senjata sebagai respons.

Dampak Potensial pada Selat Bab el-Mandeb dan Ekspor Minyak

Pengumuman blokade maritim Houthi meningkatkan kemungkinan terjadinya pembatasan jalur melalui Selat Bab el-Mandeb di pintu masuk Laut Merah. Selat Hormuz, yang dilalui 20% pengiriman energi global, sudah ditutup akibat konfrontasi militer AS-Iran. Jika pasukan Houthi memblokir Selat Bab el-Mandeb, sebagian besar ekspor minyak Arab Saudi akan terganggu, sehingga mengurangi pasokan petroleum global sekitar 7%.

FAQ

Apa yang diumumkan pemberontak Houthi pada 20 Januari?

Pemberontak Houthi menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Januari (waktu setempat). Juru bicara Yahya Saree mengumumkan bahwa langkah itu berlaku segera berdasarkan prinsip “mata ganti mata” sebagai respons atas blokade Arab Saudi terhadap pelabuhan dan bandara yang dikuasai Houthi serta serangan terhadap bandara Sanaa.

Mengapa pemberontak Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi?

Blokade itu merupakan pembalasan atas penutupan pelabuhan dan bandara yang dikuasai Houthi oleh Arab Saudi, serta pengeboman bandara Sanaa pada 13 Januari. Pihak Houthi menyerang bandara-bandara Arab Saudi dan mengakhiri gencatan senjata sebagai respons atas serangan bandara Sanaa.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar