Menurut laporan JPMorgan Chase yang dirilis pada 3 Juli, saham semikonduktor telah mengungguli penyedia layanan cloud hyperscale secara signifikan sejak September tahun lalu, namun keunggulan ini mungkin tidak berkelanjutan. Bank tersebut menguraikan dua skenario: skenario optimistis di mana penyedia cloud mengejar ketertinggalan seiring peningkatan komersialisasi dan profitabilitas mereka, atau skenario pesimistis di mana permintaan semikonduktor melemah jika belanja modal penyedia cloud melambat.
JPMorgan memproyeksikan pertumbuhan belanja modal penyedia cloud hyperscale akan turun tajam dari 100% pada 2026 menjadi 22% pada 2027, dan lebih lanjut menjadi 7% pada 2028. Jika perlambatan ini terwujud, saham semikonduktor dapat menghadapi tekanan signifikan, yang berpotensi memicu koreksi yang lebih luas dalam perdagangan terkait AI.