Imbal hasil obligasi treasury Korea turun pada 28 Mei, ketika investor asing secara agresif membeli futures obligasi sementara pasar saham memicu circuit breaker. Imbal hasil treasury 3 tahun turun 3,6 basis poin menjadi 3,829% dan imbal hasil 10 tahun turun 4,4 bp menjadi 4,289%, didorong oleh penurunan tajam harga minyak untuk hari kedua berturut-turut yang meredakan kekhawatiran inflasi. Investor asing melakukan pembelian bersih lebih dari 11.000 kontrak futures obligasi 3 tahun di tengah sentimen risk-off yang dipicu oleh KOSPI anjlok 10% menjadi 6.023,66, yang mengaktifkan penghentian perdagangan termasuk circuit breaker sisi jual selama sesi.
Imbal Hasil Treasury Turun di Semua Tenor pada 28 Mei
Imbal hasil bid akhir obligasi treasury Korea tenor 3 tahun berada di level 3,829%, turun 3,6 bp dari sesi sebelumnya. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 4,4 bp menjadi 4,289%. Futures obligasi 3 tahun naik 12 tick menjadi 103,00, sementara futures obligasi 10 tahun naik 38 tick menjadi 105,55. Futures obligasi 30 tahun meningkat 0,44 poin menjadi 107,10.
Imbal hasil obligasi membuka sesi dengan kenaikan tipis karena trader mengambil keuntungan dari reli hari sebelumnya, tetapi pergerakan ke atas tetap terbatas saat harga minyak internasional anjlok dan imbal hasil Treasury AS bergeser lebih rendah. Obligasi yang sebelumnya diperdagangkan mendatar berubah menjadi bullish setelah circuit breaker sisi jual dan penghentian perdagangan dipicu secara berurutan di pasar saham.
Investor Asing Beli Bersih 11.177 Kontrak Futures Obligasi 3 Tahun
Investor asing melakukan pembelian bersih 11.177 kontrak futures obligasi 3 tahun pada 28 Mei, sementara bank melakukan penjualan bersih 8.431 kontrak. Pada pasar futures obligasi 10 tahun, investor asing melakukan penjualan bersih 2.440 kontrak sementara bank melakukan pembelian bersih 1.098 kontrak.
Investor asing secara bertahap meningkatkan pembelian bersih futures obligasi 3 tahun selama sesi, mengakumulasi lebih dari 10.000 kontrak. Ini menandai hari kedua berturut-turut pembelian bersih skala besar setelah pembelian sekitar 29.000 kontrak pada hari sebelumnya.
KOSPI Memicu Circuit Breaker dengan Penurunan 10% ke 6.023,66
KOSPI ditutup pada 6.023,66, turun lebih dari 10%, setelah jatuh di bawah level 6.000 menjelang akhir sesi. KOSDAQ anjlok hampir 8%. Nilai tukar dolar-won ditutup pada 1.462,50 won di Seoul, turun 6,0 won dari hari sebelumnya—level terendah sejak 7 Mei.
Menjelang penutupan perdagangan Asia, imbal hasil Treasury AS utama turun sekitar 3 bp. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berkontribusi pada penurunan tajam harga minyak untuk hari kedua berturut-turut.
Dealer Obligasi Mengaitkan Reli dengan Kejatuhan Pasar Saham
Seorang dealer obligasi di bank komersial mengatakan, "Obligasi terlihat menunjukkan kekuatan tambahan saat KOSPI anjlok," sambil menambahkan, "Bergantung pada seberapa jauh saham turun lagi, suasana obligasi yang menguntungkan ini bisa terus berlanjut."
Seorang dealer obligasi di perusahaan sekuritas mencatat, "Baik harga saham maupun nilai tukar adalah faktor yang mendukung obligasi, tetapi kuncinya bagaimana Gubernur Bank of Korea Shin Hyun-song akan merespons," sambil menyebutkan, "Penurunan saham mungkin tidak cukup untuk mengubah jalur kebijakan moneter."
FAQ
Apa yang menyebabkan imbal hasil obligasi treasury Korea turun pada 28 Mei?
Imbal hasil obligasi treasury Korea turun pada 28 Mei karena kombinasi faktor: harga minyak internasional turun untuk hari kedua berturut-turut (meredakan kekhawatiran inflasi), indeks saham KOSPI anjlok lebih dari 10% sehingga memicu circuit breaker (menciptakan sentimen risk-off), dan investor asing secara agresif melakukan pembelian bersih 11.177 kontrak futures obligasi 3 tahun selama sesi.
Berapa banyak investor asing membeli futures obligasi Korea pada 28 Mei?
Investor asing melakukan pembelian bersih 11.177 kontrak futures obligasi 3 tahun pada 28 Mei, menandai hari kedua berturut-turut pembelian skala besar setelah pembelian sekitar 29.000 kontrak pada hari sebelumnya. Pada pasar futures obligasi 10 tahun, investor asing melakukan penjualan bersih 2.440 kontrak sementara bank melakukan pembelian bersih 1.098 kontrak.