ETF KOSDAQ 150 mencatat kerugian dua digit pada 9 Juli karena indeks gagal pulih di level 800. ETF utama KOSDAQ 150 mengalami kerugian 17-18% selama satu bulan hingga 9 Juli, sementara ETF aktif KOSDAQ menurun hingga 22,96%. Kinerja buruk ini disebabkan oleh melemahnya sentimen investor terhadap saham pertumbuhan di sektor biotech, baterai sekunder, dan bahan semikonduktor, ditambah konsentrasi modal yang meningkat di saham-saham besar KOSPI. Data dari KOSCOM ETF Check menunjukkan indeks KOSDAQ ditutup di 794,00 pada 9 Juli, menandai penutupan pertama di bawah 800 sejak September tahun sebelumnya.
Menurut data KOSCOM ETF Check per 9 Juli, ETF utama KOSDAQ 150 mengalami kerugian satu bulan di kisaran 17-18%. KODEX KOSDAQ 150 turun 17,84%, SOL KOSDAQ 150 menurun 18,08%, ACE KOSDAQ 150 turun 17,53%, TIGER KOSDAQ 150 turun 17,61%, KIWOOM KOSDAQ 150 menurun 17,71%, dan RISE KOSDAQ 150 turun 17,75%. Perhitungan pengembalian didasarkan pada pengembalian total dengan asumsi reinvestasi dividen.
Performa jangka pendek dan menengah juga menunjukkan kelemahan. Kerugian satu minggu untuk ETF utama KOSDAQ 150 mencapai 10-11%. KODEX KOSDAQ 150 turun 11,05%, SOL KOSDAQ 150 menurun 10,93%, dan TIGER KOSDAQ 150 turun 10,82%, semuanya mencatat kerugian dua digit. Dalam tiga bulan, kerugian membesar sekitar 25%, dengan KODEX KOSDAQ 150 turun 25,13%, SOL KOSDAQ 150 turun 25,31%, dan TIGER KOSDAQ 150 turun 25,15%.
ETF aktif KOSDAQ mengalami penurunan lebih besar dibandingkan ETF yang mengikuti indeks. KoAct KOSDAQ Active mencatat kerugian satu bulan sebesar 22,96%, TIGER KOSDAQ Active turun 22,82%, dan TIME KOSDAQ Active menurun 22,77%. PLUS KOSDAQ 150 Active turun 19,47%, sementara MIDAS KOSDAQ Active turun 18,16%. Kerugian yang lebih besar pada beberapa ETF aktif dibandingkan ETF indeks mencerminkan perbedaan dalam komposisi kepemilikan dan bobot sektor selama fase koreksi KOSDAQ.
Kinerja buruk ETF bertepatan dengan kelemahan luas di pasar KOSDAQ. Pada 9 Juli, indeks KOSDAQ ditutup di 794,00, naik 9,00 poin (1,15%) dari hari perdagangan sebelumnya, tetapi gagal pulih di atas 800. Ini merupakan penutupan pertama di bawah 800 secara basis penutupan sejak September tahun sebelumnya. Bulan lalu, KOSDAQ turun di bawah 1.000, kemudian di bawah 900, dan telah menurun lebih dari 13% di Juli.
Analis menyebut kelemahan KOSDAQ disebabkan oleh konsentrasi modal di saham besar KOSPI daripada memburuknya fundamental perusahaan. Keraguan yang tersisa tentang prospek laba di sektor pertumbuhan seperti biotech dan baterai sekunder, ditambah aliran modal ke saham besar semikonduktor dan saham undervalued di KOSPI, melemahkan basis pembelian di seluruh KOSDAQ. Kesenjangan yang melebar antara KOSPI dan KOSDAQ menunjukkan tren ini. Perbedaan kapitalisasi pasar kedua pasar, yang menyempit pada 2023, kembali melebar seiring penguatan pasar yang berpusat di KOSPI.
Lee Young-won, peneliti di Heungkuk Securities, menyatakan bahwa pasar KOSDAQ telah mengalami koreksi lebih besar dibandingkan pasar KOSPI, dengan rasio kapitalisasi pasar meningkat menjadi 14,2 kali pada akhir Juni dan saat ini sekitar 13,3 kali. Ia mencatat bahwa dari situasi di mana gap menyempit menjadi sekitar 4,4 kali pada 2023, percepatan konsentrasi ke pasar KOSPI menyebabkan diferensiasi yang mencatat rekor.
Lee menambahkan bahwa meskipun tren pasar tidak akan berubah dengan mudah, proses normalisasi selektif berdasarkan fundamental diperkirakan akan berlangsung. Pemulihan pengembalian ETF akan bergantung pada prospek laba dan pemulihan aliran modal di sektor utama ketimbang rebound indeks secara sederhana.
Kerugian apa yang dicatat ETF KOSDAQ 150 selama satu bulan hingga 9 Juli?
ETF utama KOSDAQ 150 mengalami kerugian di kisaran 17-18% selama satu bulan hingga 9 Juli. KODEX KOSDAQ 150 turun 17,84%, SOL KOSDAQ 150 menurun 18,08%, ACE KOSDAQ 150 turun 17,53%, TIGER KOSDAQ 150 turun 17,61%, KIWOOM KOSDAQ 150 menurun 17,71%, dan RISE KOSDAQ 150 turun 17,75%.
Mengapa ETF KOSDAQ mengalami kinerja buruk di Juli?
Kinerja buruk ini disebabkan oleh melemahnya sentimen investor terhadap saham pertumbuhan di sektor biotech, baterai sekunder, dan bahan semikonduktor, ditambah konsentrasi modal yang meningkat di saham besar KOSPI. Indeks KOSDAQ gagal pulih di atas 800 pada 9 Juli, dan ditutup di 794,00.
Bagaimana kinerja ETF aktif KOSDAQ dibandingkan ETF yang mengikuti indeks?
ETF aktif KOSDAQ mengalami penurunan lebih besar dibandingkan ETF indeks. KoAct KOSDAQ Active turun 22,96%, TIGER KOSDAQ Active turun 22,82%, dan TIME KOSDAQ Active turun 22,77%, mencerminkan perbedaan dalam komposisi kepemilikan dan bobot sektor selama fase koreksi.
Berita Terkait
KOSPI Turun Lebih dari 20% dari puncak Juni karena para direktur menyebut tekanan geopolitik dan suku bunga
KOSDAQ pulih di atas 800 setelah pembelian institusional setelah mencapai level terendah selama 10 bulan
KOSPI PER Turun ke 6,17x, Di Bawah Level Krisis 2008 Meski EPS Meningkat
KOSDAQ Turun 14,73% dalam Sebulan karena ETF Terbalik Menguat saat Saham Menurun
Saham KOSDAQ Jatuh di Bawah 800 untuk Pertama Kalinya Sejak September