KOSPI dibuka pada 6553,88 pada tanggal 21, naik 37,61 poin (0,58%) dibandingkan hari Perdagangan sebelumnya, setelah ditutup pada 6516,27 sehari sebelumnya dengan penurunan tajam 304,33 poin (4,46%). Indeks saham Korea telah turun sekitar 2900 poin dalam satu bulan dari puncak intraday 9385,59 yang tercatat pada tanggal 19 bulan lalu, menyusul dua penurunan besar termasuk penurunan 6,37% pada tanggal 16. Perusahaan sekuritas mengaitkan koreksi tersebut pada kombinasi melemahnya ekspektasi untuk industri AI, penyesuaian valuasi, serta guncangan likuiditas akibat likuidasi leverage, bukan karena memburuknya laba perusahaan. Rasio harga terhadap pendapatan ke depan (forward) KOSPI 12 bulan telah turun di bawah 6x, mencapai level yang lebih rendah daripada titik terendah krisis keuangan global 2008 sebesar 6,27x dan menandai pertama kalinya sejak krisis kartu kredit 2004 ketika rasio tersebut jatuh di bawah 6x.
Menurut Bursa Korea pada tanggal 21, KOSPI ditutup pada 6516,27 pada hari sebelumnya, turun 304,33 poin (4,46%). Setelah penurunan 6,37% pada tanggal 16, indeks telah turun sekitar 2900 poin dalam satu bulan dari puncak intraday 9385,59 pada tanggal 19 bulan lalu. Penurunan tajam mendorong rasio harga terhadap pendapatan ke depan KOSPI 12 bulan jatuh di bawah 6x, lebih rendah daripada 6,27x yang tercatat selama krisis keuangan global 2008 dan menandai pertama kalinya rasio tersebut turun di bawah 6x sejak krisis kartu kredit 2004.
Perusahaan sekuritas memberi bobot lebih besar pada kemungkinan bahwa KOSPI akan terus mengikuti pola kisaran-box ketimbang pemulihan berbentuk V dalam waktu dekat. Kim Jun-young, peneliti di iM Securities, menyatakan bahwa "gamma short akibat ekspansi produk leverage berperan meningkatkan volatilitas pasar daripada arah," sambil menambahkan bahwa "volatilitas dapat meningkat lebih jauh dalam situasi ketika saldo kredit terakumulasi." Kim mencatat bahwa "meski ujung atas kisaran-box KOSPI yang sebelumnya diperkirakan telah diturunkan, jalur jangka menengah hingga jangka panjang tidak berubah," memperkirakan bahwa "diperlukan proses untuk mengonfirmasi keberlanjutan siklus semikonduktor, sehingga pasar yang mencari arah di dalam kisaran-box kemungkinan akan terus berlanjut hingga akhir tahun."
Jo Jun-ki, peneliti di SK Securities, berkomentar bahwa "meski daya tarik valuasi telah meningkat akibat penurunan berlebihan, sentimen investor masih belum kondusif." Han Ji-young, peneliti di Kiwoom Securities, menyarankan bahwa "untuk sementara waktu, perlu fokus pada prospek industri semikonduktor dan laba perusahaan ketimbang isu leverage."
Perusahaan sekuritas mengidentifikasi pengumuman laba big tech pekan ini sebagai variabel yang berpotensi memutus siklus negatif. Mereka memandang laba perusahaan-perusahaan besar termasuk Alphabet dan Intel sebagai faktor yang akan menentukan kepercayaan pasar mengenai kelanjutan investasi AI dan prospek industri semikonduktor.
Jo Jun-ki menyatakan bahwa "laba big tech pekan ini akan menjadi penentu bagi pasar." Han Ji-young mencatat bahwa "musim pelaporan laba untuk perusahaan AI akan menjadi kesempatan untuk mengonfirmasi keberlanjutan permintaan AI dan apakah saham semikonduktor bisa lepas dari fase deleveraging dan de-rating."
Apa yang menyebabkan saham KOSPI turun tajam dalam hari-hari Perdagangan terakhir?
Menurut perusahaan sekuritas, koreksi terbaru terjadi akibat kombinasi melemahnya ekspektasi untuk industri AI, penyesuaian valuasi, serta guncangan likuiditas akibat likuidasi leverage, bukan karena memburuknya laba perusahaan. Indeks turun 304,33 poin (4,46%) pada tanggal 20 dan 6,37% pada tanggal 16.
Seberapa rendah valuasi KOSPI dibandingkan level historis?
Rasio harga terhadap pendapatan ke depan (forward) KOSPI 12 bulan telah jatuh di bawah 6x, yang lebih rendah daripada 6,27x yang tercatat selama krisis keuangan global 2008. Ini menandai pertama kalinya rasio tersebut turun di bawah 6x sejak krisis kartu kredit 2004.
Apa yang diperkirakan analis untuk saham KOSPI hingga akhir tahun?
Perusahaan sekuritas memperkirakan bahwa KOSPI kemungkinan akan terus mengikuti pola kisaran-box hingga akhir tahun, alih-alih pemulihan berbentuk V. Para analis menyatakan bahwa proses untuk mengonfirmasi keberlanjutan siklus semikonduktor diperlukan sebelum pemulihan yang jelas dapat diharapkan, sementara laba big tech pekan ini dipandang sebagai titik balik kunci bagi sentimen pasar.
Berita Terkait
Saham KOSPI Pulih ke Level 6.700 berkat Pembelian Asing dan Reli Sektor Semikonduktor
KOSPI Membalik Kenaikan Awal karena Tekanan Jual dari Asing dan Institusi Meningkat
Saham KOSPI Turun 4,46% ke 6.516,27 di Tengah Perkiraan Perdagangan dalam Kisaran Kotak
Saham Korea Volume Perdagangan Turun 35,9% di Tengah Aksi Penarikan Investor
Saham KOSPI Turun 4% Lalu Pulih Berkat Pembelian Asing Senilai 256,2 miliar Won