Oracle (NAS:ORCL), penyedia layanan cloud dan infrastruktur, sahamnya turun 6,47% menjadi $131,54 pada tanggal 13 (waktu setempat) di perdagangan New York, karena dampak dari penurunan peringkat kredit minggu lalu terus berlanjut. Penurunan tersebut mengikuti penurunan peringkat kredit Oracle oleh Standard & Poor's (S&P) dari BBB menjadi BBB- minggu lalu, dengan kekhawatiran muncul bahwa gugatan Apple terhadap OpenAI dapat secara tidak langsung memengaruhi Oracle. Bisnis infrastruktur cloud Oracle menghadapi sorotan karena kemitraannya dengan OpenAI, yang menandatangani kontrak komputasi senilai $300 miliar dengan Oracle tahun lalu.
S&P Menurunkan Peringkat Kredit Oracle ke BBB-
S&P menurunkan peringkat kredit Oracle dari BBB menjadi BBB- minggu lalu, menurut analisis dari Motley Fool. Tindakan lembaga pemeringkat kredit itu mendahului penurunan harga saham yang berlanjut hingga perdagangan pada tanggal 13. Berdasarkan data dari Yonhap Infomax, harga saham saat ini (layar 7219) pada tanggal 14, ditutup pada perdagangan New York sebesar $131,54, turun 6,47% dari hari sebelumnya.
Apple Mengajukan Gugatan Terhadap OpenAI dan Mantan Karyawan
Apple mengajukan gugatan pada tanggal 10 (waktu setempat) terhadap OpenAI dan dua mantan eksekutif Apple yang pindah ke OpenAI di Pengadilan Federal Distrik Utara California, dengan tuduhan pelanggaran rahasia dagang. Motley Fool mencatat bahwa meski hasil gugatan Apple masih belum pasti, gugatan itu bisa menjadi kabar buruk bagi Oracle sebagai mitra OpenAI. Dampak tidak langsung gugatan terhadap Oracle muncul sebagai kekhawatiran setelah penurunan peringkat kredit.
Kontrak OpenAI Oracle senilai $300 miliar Berisiko Pembayaran
Oracle menandatangani kontrak penyediaan komputasi senilai $300 miliar dengan OpenAI tahun lalu, setelah itu harga credit default swap (CDS) mulai meningkat, pengamatan Motley Fool. Investor mempertanyakan kemampuan OpenAI dalam menghasilkan pendapatan serta kemampuannya memenuhi kewajiban kontraktual, yang memicu kekhawatiran terkait biaya pembangunan infrastruktur AI Oracle. S&P memperkirakan OpenAI menyumbang setengah dari sisa kewajiban performa Oracle. Jika OpenAI gagal melakukan pembayaran kepada Oracle, Oracle bisa terjebak dalam kontrak sewa pusat data dalam skala besar yang tidak dapat dihentikan, atau perlu menawarkan kepada penyewa baru dengan syarat yang jauh lebih tidak menguntungkan.
S&P Memberi Outlook Stabil Meski Risiko Meningkat
S&P menetapkan outlook 'stabil' untuk Oracle, tetapi Motley Fool mencatat bahwa risikonya kian meningkat. Analisis tersebut menambahkan bahwa jika Apple berhasil dalam gugatannya, risikonya bisa menjadi lebih besar. Kombinasi penurunan peringkat kredit dan potensi komplikasi dari sengketa hukum Apple-OpenAI turut mendorong kekhawatiran investor yang tercermin pada kinerja saham Oracle pada tanggal 13.
FAQ
Mengapa saham Oracle turun pada tanggal 13?
Saham Oracle turun 6,47% menjadi $131,54 pada tanggal 13 (waktu setempat) karena dampak berlanjut dari penurunan peringkat kredit S&P dari BBB menjadi BBB- minggu lalu serta kekhawatiran bahwa gugatan Apple terhadap OpenAI dapat secara tidak langsung memengaruhi Oracle sebagai mitra OpenAI.
Apa hubungan Oracle dengan OpenAI?
Oracle menandatangani kontrak penyediaan komputasi senilai $300 miliar dengan OpenAI tahun lalu. S&P memperkirakan OpenAI menyumbang setengah dari sisa kewajiban performa Oracle, sehingga kemitraan tersebut bernilai signifikan secara finansial bagi bisnis infrastruktur cloud Oracle.
Peringkat kredit apa yang diberikan S&P kepada Oracle?
S&P menurunkan peringkat kredit Oracle dari BBB menjadi BBB- minggu lalu dan memberikan outlook 'stabil' kepada perusahaan, meski analis mencatat bahwa risikonya meningkat karena kekhawatiran atas kemampuan OpenAI memenuhi kewajiban pembayaran kontraktualnya.