POSCO Holdings diproyeksikan membukukan laba operasi sebesar 709,6 miliar won untuk kuartal kedua, menandai dua kuartal beruntun dengan level laba 700 miliar won setelah keluar dari penurunan pada akhir tahun lalu. Yonhap Infomax menghimpun estimasi konsensus dari 11 perusahaan sekuritas domestik utama yang mengajukan perkiraan Q2 dalam sebulan terakhir, yang menunjukkan pendapatan sebesar 18,0648 triliun won, laba operasi 709,6 miliar won, dan laba bersih 446,8 miliar won. Laba operasi perusahaan sebelumnya anjlok menjadi hanya 12,7 miliar won pada Q4 tahun sebelumnya sebelum bangkit menjadi 706,8 miliar won pada Q1 tahun ini. Para analis mengaitkan pemulihan dengan pertahanan margin harga baja di tengah kenaikan biaya bahan baku, serta kemungkinan kontribusi dari segmen litium, meski pendapat berbeda tentang faktor mana yang mendorong perbaikan tersebut. Prakiraan laba mencerminkan ketidakpastian yang berkelanjutan dari proteksionisme global dan volatilitas harga material di sektor baja dan bahan baterai.
POSCO Holdings Mencatat Kenaikan Laba Operasi 16,88% YoY di Konsensus Q2
Pendapatan diperkirakan naik 2,9% year-over-year, sementara laba operasi dan laba bersih diproyeksikan bertumbuh masing-masing 16,88% dan 433,22% dibanding periode yang sama tahun lalu. Estimasi laba operasi tertinggi di antara 11 perusahaan sekuritas mencapai 775,3 miliar won. Jika konsensus terwujud, perusahaan akan menunjukkan lintasan pertumbuhan yang solid setelah melewati kesulitan profitabilitas dari akhir tahun lalu. Mencapai dua kuartal beruntun dengan laba operasi level 700 miliar won setelah Q1 yang membukukan 706,8 miliar won akan mengonfirmasi momentum pemulihan perusahaan.
![POSCO Holdings facility]()
Analis Berdebat Antara Pertahanan Margin Baja dan Kontribusi Segmen Litium
Analis sekuritas menyajikan interpretasi yang berbeda mengenai pendorong rinci di balik perbaikan laba. Penilaian berkisar dari pandangan bahwa perusahaan mempertahankan spread baja yang kuat (selisih antara harga bahan baku dan produk) melalui kenaikan harga meski biaya bahan baku meningkat, hingga analisis bahwa segmen litium tampil kuat. Park Hyun-wook, analis di Hyundai Motor Securities, menyatakan efek bea masuk anti-dumping pada produk baja domestik utama dan kenaikan harga distribusi diperkirakan akan memperbaiki spread harga baja pada paruh kedua, seraya menambahkan bahwa segmen litium dengan profitabilitas tinggi akan mendorong pertumbuhan ke depan. Ahn Hoe-soo, analis di DB Financial Investment, mencatat bahwa biaya penyusutan tahunan sekitar 150 miliar won akan tercermin tambahan ketika operasi fase kedua Argentina dimulai pada paruh kedua, yang berarti momentum pertumbuhan segmen material dapat melambat sementara sampai tahap penyiapan selesai.
POSCO Holdings Meluncurkan Tungku Listrik Gwangyang 2,5 Juta Ton dan Mengamankan Persetujuan Lokasi HyREX
Perusahaan telah menyiapkan fondasi bagi sistem produksi baja mentah rendah karbon dengan meluncurkan operasi skala penuh tungku listrik baru di Gwangyang berkapasitas 2,5 juta ton per tahun selama Q2, salah satu yang terbesar di dunia. POSCO Holdings menutup fasilitas 2FINEX lama yang berbiaya tinggi, dan sebagai gantinya menerima persetujuan untuk mengembangkan lokasi pembuatan baja reduksi hidrogen generasi berikutnya (HyREX) seluas sekitar 410.000 pyeong di Pohang. Perusahaan juga menandatangani perjanjian usaha patungan (JVA) dengan produsen baja terkemuka India, JSW, untuk membangun pabrik baja terpadu, sehingga menguatkan strategi ekspansi globalnya.
Saham Ditutup di 313.500 Won dengan Rata-rata Harga Target 521.000 Won
Harga saham POSCO Holdings ditutup pada 313.500 won pada tanggal 10. Harga target rata-rata dari perusahaan sekuritas yang mengirimkan estimasi konsensus berada di kisaran 521.000 won.
![POSCO Holdings stock price trend]()
FAQ
Berapa laba operasi yang dicapai POSCO Holdings pada Q2 menurut prakiraan analis?
Konsensus analis dari 11 perusahaan sekuritas domestik utama memproyeksikan POSCO Holdings membukukan laba operasi 709,6 miliar won untuk Q2, yang mewakili pertumbuhan 16,88% year-over-year dan menandai kuartal kedua beruntun dengan laba level 700 miliar won setelah laba Q1 sebesar 706,8 miliar won.
Ekspansi kapasitas strategis apa yang diselesaikan POSCO Holdings selama Q2?
Perusahaan meluncurkan operasi skala penuh tungku listrik baru di Gwangyang dengan kapasitas tahunan 2,5 juta ton selama Q2, menerima persetujuan untuk lokasi HyREX seluas 410.000 pyeong di Pohang, dan menandatangani perjanjian usaha patungan dengan JSW India untuk membangun pabrik baja terpadu.