Menurut Bloomberg, pada 22 Juli, Senat Republik berencana melanjutkan pemungutan suara atas Clarity Act, RUU regulasi aset digital, paling lambat minggu depan. Pemimpin Senat Republik John Thune menyatakan bahwa negosiasi dengan Demokrat belum final, tetapi pemungutan suara akan tetap dilanjutkan meskipun tanpa kesepakatan.
RUU tersebut membutuhkan 60 suara untuk lolos di Senat, dan Partai Republik tidak memiliki kursi yang cukup jika berdiri sendiri. Ini berarti setidaknya 7 senator Demokrat harus memilih untuk mendukung. Demokrat masih terpecah soal ketentuan etika, dengan beberapa anggota meminta penjelasan terkait aturan konflik kepentingan bagi pejabat publik yang menangani aset digital serta mekanisme penegakannya.