Lima bursa mata uang kripto berbasis won terbesar di South Korea mencatat volume perdagangan rata-rata harian gabungan sebesar US$305 juta selama periode tujuh hari pada Juli 2026, turun dari US$2,82 miliar pada periode sebanding di Juli 2025, yang berarti penurunan 89%, menurut analisis data perdagangan. Penurunan ini bertepatan dengan reli 114,44% pada indeks acuan KOSPI selama 12 bulan hingga 22 Juli, yang mencerminkan pergeseran aktivitas investasi ritel ke ekuitas. Volume perdagangan yang lebih rendah mengurangi pendapatan biaya transaksi bagi bursa, sementara beberapa platform menjual kepemilikan aset digital untuk mengimbangi pendapatan yang melemah.
Volume Perdagangan Turun 89% di Lima Bursa Utama Berbasis Won
Analisis data perdagangan dari lima bursa mata uang kripto berbasis won terbesar di Korea Selatan menemukan bahwa volume perdagangan rata-rata harian gabungan turun menjadi US$305 juta dari US$2,82 miliar selama periode tujuh hari yang sebanding pada Juli 2025 dan Juli 2026. Dengan pembobotan yang sama antar bursa, terjadi penurunan rata-rata dari tahun ke tahun sekitar 77%. Penurunan ini terjadi ketika investor ritel mengarahkan lebih banyak modal spekulatif ke ekuitas.
Indeks KOSPI Menguat 114,44% dalam 12 Bulan hingga 22 Juli
Indeks acuan KOSPI Korea Selatan naik 114,44% dalam 12 bulan hingga 22 Juli meski sempat melandai dari puncaknya pada Juni. Para analis mengatakan kinerja yang berlawanan antara pasar saham dan volume perdagangan kripto menunjukkan investor ritel lebih menyukai ekuitas dibanding aset digital.
Korbit Menjual 15 Bitcoin dan 60 Ether untuk Mengumpulkan 1,6 Miliar Won
Volume perdagangan yang lebih lemah memberi tekanan pada pendapatan bursa karena platform lokal sangat bergantung pada biaya transaksi. Laporan menunjukkan beberapa bursa merespons dengan menjual kepemilikan aset digital. Korbit dilaporkan mengumpulkan sekitar 1,6 miliar won melalui penjualan 15 Bitcoin dan 60 Ether, setara dengan sekitar US$1 juta.
Institusi Keuangan Menyiapkan Diri untuk Stablecoin Berbasis Won dan Aset Tertokenisasi
Penelitian yang dikutip dalam analisis mengatakan perlambatan ini mencerminkan lebih dari sekadar harga mata uang kripto yang lebih lunak. Narasi pasar yang berulang, proyek yang mengecewakan, dan peluang yang lebih kuat di ekuitas telah berkontribusi pada kelelahan investor ritel. Para peneliti menggambarkan pasar sedang menjalani transisi struktural, dengan institusi keuangan menyiapkan diri untuk peluang termasuk stablecoin berbasis won, aset dunia nyata yang tertokenisasi, dan investasi bursa saat kerangka regulasi berkembang.
FAQ
Apa yang terjadi pada volume perdagangan kripto Korea Selatan pada Juli 2026?
Volume perdagangan rata-rata harian gabungan di lima bursa mata uang kripto berbasis won terbesar di Korea Selatan turun menjadi US$305 juta pada Juli 2026 dari US$2,82 miliar pada Juli 2025, yang berarti penurunan 89%.
Bagaimana kinerja indeks KOSPI dalam 12 bulan hingga 22 Juli?
Indeks acuan KOSPI naik 114,44% dalam 12 bulan hingga 22 Juli meski melandai dari puncaknya pada Juni.
Mengapa Korbit menjual Bitcoin dan Ether?
Korbit dilaporkan menjual 15 Bitcoin dan 60 Ether untuk mengumpulkan sekitar 1,6 miliar won (kurang lebih US$1 juta) sebagai respons terhadap volume perdagangan yang lebih lemah dan berkurangnya pendapatan biaya transaksi.